Rumah Politik Jatim

Komentar Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Jatim Soal Potensi Politik Dua Kaki: Akan Ditinggalkan

Komentar Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Jatim Soal Potensi Politik Dua Kaki

Komentar Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Jatim Soal Potensi Politik Dua Kaki: Akan Ditinggalkan
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jatim, Anwar Sadad memberikan penjelasan pada diskusi "Pilgub Jatim: Pertarungan Dua Gajah", Rabu (13/12/2017) di Surabaya. 

SURYA.co.id, SURABAYA – Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Jawa Timur masih cukup optimistis bahwa seluruh partai pengusung yang berada di koalisinya tetap solid, masing-masing parpol dinilai tak akan bermain politik ”Dua Kaki” dengan memberikan dukungan ke dua kandidat capres karena dinilai justru akan merugikan partai yang bersangkutan.

Ketua Harian BPP Jatim, Anwar Sadad menegaskan bahwa era politik modern tak lagi mengenal sikap ”abu-abu” di dalam memberikan pilihan.

Ketidakpastian dukungan tersebut justru akan membuat yang bersakngkutan akan ditinggalkan, baik oleh rekan koalisi maupun konstituen. 

"Safety player akan cenderung ditinggalkan massa. Termasuk juga partai politik akan ditinggalkan pendukungnya. Sebab, di era modern seperti ini, masyarakat butuh kepastian,” kata Sadad kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (30/12/2018).

Di era modern saat ini, dibutuhkan seorang yang berani mengambil risiko atau risk taker dalam menentukan pilihan. Sebab, dengan menjadi risk-taker, pihak tersebut akan berusaha memperbaiki diri dan berusaha keras untuk mencari kemenangan sekaligus berani menerima konsekuensi terlebih hal yang buruk dan tidak mengenakkan.

Sadad menilai hanya pihak yang bermental pemenanglah yang bersedia membayar risikonya. ”Kita, bangsa Indonesia telah ditanamkan semangat itu oleh para pahlawan kita. Semboyannya, Merdeka atau Mati!,” kata Sadad yang juga politisi Partai Gerindra ini.

Ketika pihak tersebut mengambil pilihan, maka akan sekaligus mencoba berkerja keras untuk menghindari kekalahan. Hal tersebut harus diperjuangkan, sebab dalam era modern saat ini, tak mungkin bisa berbalik arah.

"Di dalam one way journey, tak akan kamu temukan u-turn. Maka kamu harus terus berjuang hingga menang,” tegas pria yang menjabat Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jatim ini.

Sadad menegaskan bahwa seluruh partai politik pendukung Prabowo-Sandi memiliki komitmen yang sama untuk memenangkan Prabowo-Sandi. Termasuk Partai Demokrat yang sempat disebut memainkan politik dua kaki.

Menurut Sadad yang juga Anggota DPRD Jatim ini, setiap partai memiliki cara dan mekanisme berbeda dalam memenangkan pasangan Prabowo-Sandi. ”Kami percaya bahwa Demokrat memiliki caranya sendiri dalam memenangkan pasangan capres-cawapres nomor 02,” tegas Sadad.

Pihaknya menghormati seluruh mekanisme di partai koalisi tersebut. ”Gerindra banyak memasang baliho bergambar Pak Prabowo. Sebab, selain capres kami, beliau juga Ketua Umum kami. Sehingga, wajar kalau kemudian kamu mewajibkan seluruh kader kami memasang foto Pak Prabowo,” katanya.

”Namun, kalau partai lain, kami memberikan kebebasan. Sebab, strategi perang tak hanya di atas tanah. Kami juga harus memikirkan sejumlah startegi melalui mekanisme yang lain,” katanya. (bob)

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved