Berita Tulungagung

Dispendukcapil Menyasar Para Santri untuk Perekaman e-KTP

Dispendukcapil Tulungagung menyisir sejumlah ponpes untuk melakukan perekaman data e-KTP santri yang berumur 16 tahun.

Dispendukcapil Menyasar Para Santri untuk Perekaman e-KTP
surya/david yohanes
Petugas Dispendukcapil Tulungagung melakukan perekaman e-KTP di Pondok Modern Darul Hikmah, Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung menyisir sejumlah pondok pesantren (ponpes), Kamis (27/12/2018). Sasarannya adalah anak-anak usia 16 tahun ke atas yang belum melakukan perekaman data e-KTP.

Ada tiga ponpes di Desa Tawangsari, Kecamatan Kedungwaru yang dituju untuk perekaman e-KTP, namun para santri banyak yang libur hingga selepas tahun baru 2019. Hanya di Ponpes Modern Darul Hikmah yang para santrinya masih lengkap.

“Karena dua pondok yang lain banyak santri yang liburan, kami fokuskan perekaman e-KTP di Ponpes Darul Hikmah,” terang Kepala Dispendukcapil Tulungagung, justi Taufik.

Lanjut Justi, perekaman e-KTP ini sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri. Sasarannya anak-anak yang akan menginjak usia 17 tahun.

Dengan demikian saat usia mereka 17 sesuai tanggal lahir, e-KTP mereka otomatis tercetak.

“Jadi nantinya tidak perlu perekaman ulang, langsung tercetak tinggal ambil,” tambah Justi.

Saat ini pencapaian wajib KTP di Tulungagung sudah mencapai 105 persen.

Sementara untuk para pemula yang akan menginjak 17 tahun, tersisa 12.000 anak.

Justi menargetkan, akhir 2018 ini seluruh anak yang tersisa sudah melakukan perekaman.

“Mudah-mudahan sampai akhir tahun ini bisa dituntaskan. Karena ini terkait dengan Pemilu 2019 mendatang,” ujar Justi.

Pada saat pelaksanaan Pemilu serentak 17 April 2019, semua wajib e-KTP.

Surat keterangan (Suket) pengganti e-KTP sudah tidak berlaku.

Stok blanko KTP elektronik di Dispendukcapil Tulungagung juga masih cukup hingga pelaksanaan Pemilu mendatang.

“Blanko (KTP elektronik) tidak ada masalah. Pokoknya habis tinggal minta ke pusat,” tegas Justi.

Setiap hari Dispendukcapil Tulungagung mencetak sekitar 600 e-KTP, sedangkan jumlah perekaman rata-rata 587 per hari.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved