Berita Tulungagung

Angka Kecelakaan Korban Meninggal di 2018 Meningkat, Begini Kata Polres Tulungagung

Angka kecelakaan tahun 2018 yang tercatat di Satlantas Polres Tulungagung sebanyak 922 kejadian. Jumlah ini meningkat dari tahun 2017

Angka Kecelakaan Korban Meninggal di 2018 Meningkat, Begini Kata Polres Tulungagung
surya/david yohanes
Salah satu kecelakaan di kelokan Gajahmungkur, Kecamatan Kalidawir yang memakan korban. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Angka kecelakaan tahun 2018 yang tercatat di Satlantas Polres Tulungagung sebanyak 922 kejadian. Dari 922 kecelakaan itu, terdapat 170 orang meninggal dunia. Angka ini juga meningkat dibanding tahun 2017, sebanyak 161 korban meninggal dunia.

“Dari angka kecelakaan itu, korban laka lantas yang terdata mayoritas dari usia produktif, yakni usia 16 tahun hingga 30 tahun,” ungkap Kanitlakalantas Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Diyon Fitriyanto.

Sedangkan usia pelaku (penyebab) angka kecelakaan lalu lintas mayoritas 26 tahun hingga 30 tahun, sebanyak 303 orang. Dari sisi pendidikan, pelaku mayoritas lulusan SMA, yaitu sebanyak 769 orang.

Mayoritas profesi pelaku adalah karyawan swasta, sebanyak 602 orang, kemudian disusul dari kalangan pelajar sebanyak 153 anak.

Selama 2018 juga terdapat 19 kejadian tabrak lari, yang mengakibatkan 11 korban meninggal dunia, satu luka berat dan 16 luka ringan.

Selain itu ada kecelakaan tunggal sebanyak 21 kejadian, dan mengakibatkan 13 korban meninggal dunia.

“Selama 2018 kecelakaan didominasi oleh kendaraan roda dua,” sambung Diyon dalam penjelasannya.

Total ada 1.337 sepeda motor yang terlibat kecelakaan lalu lintas.

Disusul mobil penumpang 120 unit, mobil barang 100 unit, bus 5 unit dan kendaraan khusus 2 unit.

Dari semua kecelakaan, total kerugian material mencapai Rp 850,8 juta.

Angka kerugian ini meningkat dibanding tahun 2017, yang tercatat sebesar Rp 583,5 juta.

Selama rentang 2018, Bulan Agustus adalah bulan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas paling tinggi.

Tercatat ada 91 kecelakaan lalu lintas dengan 25 korban meninggal dunia.

“Mayoritas kecelakaan dipicu oleh sikap tidak tertib pada rambu lalu lintas, dengan 347 kejadian,” ungkapnya.

Penyebab kecelakaan lalu lintas paling banyak selanjutnya adalah lelah, sebanyak163 kejadian dan lengah 146 kejadian.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved