Berita Tulungagung

Modus Sales Rokok Ilegal di Tulungagung, Dikontrakkan Gudang dan Disuruh Jualan Wilayah Pinggiran

Terpidana ini mengaku tidak tahu siapa yang memasok barang untuknya. Karena dia direkrut oleh orang yang tidak dikenalnya

Modus Sales Rokok Ilegal di Tulungagung, Dikontrakkan Gudang dan Disuruh Jualan Wilayah Pinggiran
surya/david yohanes
Petugas Kantor Bea Cukai Blitar dan Kejari Tulungagung membakar ribuan rokok ilegal. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kantor Bea Cukai Blitar dan Kejari Tulungagung telah memusnahkan 127.000 batang rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai. Semua rokok itu adalah milik dari Solihun, seorang sales yang beroperasi di wilayah Tulungagung dan Trenggalek.

Menurut Kasi Intel Kejari Tulungagung, Rahmat Hidayat, Solihun sudah dihukum selama satu tahun enam bulan, dan denda Rp 90 juta subsider tiga bulan kurungan. Jumlah denda ini dua kali lipat, dihitung dari kerugian negara karena tidak adanya pita cukai di setiap bungkus rokok yang ditemukan.

"Terpidana ini mengaku tidak tahu siapa yang memasok barang untuknya. Karena dia direkrut oleh orang yang tidak dikenalnya," terang Rahmat, Rabu (26/12/2018).

Begini Modus Perusahaan Rokok di Tulungagung Bikin Rokok Ilegal

Lanjut Rahmat, Solihun disewakan rumah untuk gudang 12 rokok.

Setiap hari Solihun memasarkan rokok tanpa pita cukai ini di wilayah pinggiran kota.

Harapannya aksi ini tidak diketahui oleh pihak Bea Cukai maupun penegak hukum.

"Begitu barangnya habis, dia dikirimi lagi. Tapi rokok yang dijualnya kemudian diketahui oleh pihak Bea Cukai," sambung Rahmat.

Dalam proses hukum, Solihun menjadi pelaku tunggal.

Namun kepada produsen rokok asal Malang dan Blitar ini, juga dikenakan proses hukum.

"Kalau produsennya yang memroses pihak Bea Cukai. Kami hanya memroses perkara yang dilimpahkan dari Bea Cukai," pungkas Rahmat.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved