Berita Ekonomi Bisnis

Kiat Jamu Iboe Bidik Peningkatan Kinerja Dua Digit

Perusahaan jamu asal Surabaya, PT Jamu Iboe Jaya di tahun 2018 ini mencatatkan kinerja yang cukup positif.

Kiat Jamu Iboe Bidik Peningkatan Kinerja Dua Digit
surya.co.id/sugiharto
PT Jamu Iboe Jaya, Stephen Walla (dua dari kiri) berdialog dengan peserta kreasi Jamu Iboe di KAZA Plasa, Rabu (19/12/2018). 

SURYA.co.id | SURYA - Perusahaan jamu asal Surabaya, PT Jamu Iboe Jaya di tahun 2018 ini mencatatkan kinerja yang cukup positif. Meski tantangan pasar semakin ketat, pihaknya tetap agresif melakukan pengembangan dan peningkatan kinerja untuk tahun 2019.

"Tahun ini cukup positif bisa mencapai dua digit. Tahun depan targetnya juga bisa tumbuh dua digit," jelas Stephen Walla, Direktur Utama Jamu Iboe, Rabu (26/12/2018).

Di tahun 2019 pihaknya telah menyiapkan langkah bisnisnm yang salah satunya dengan menambah beragam jenis produk baru terutama herbal drink.

Sebenarnya, tahun 2019 yang merupakan tahun politik, pihaknya tidak bisa memprediksi pasti berapa persen potensi bisnis jamu bisa tumbuh.

"Kami agak susah memprediksi jauh-jauh dalam menjalani tahun politik dan bagaimana efek-efeknya karena pasar jamu ini kan beragam segmennya bergantung habit spendingnya masyarakat nanti," lanjut Stephen.

Upaya lainnya adalah dengan memperkuat brand Jamu Iboe dalam menggaet pasar baru terutama anak muda atau generasi milenial, perseroan tengah merancang beragam jenis produk baru.

"Kami akan terus mengembangkan produk- produk herbal di tahun depan dan beberapa produk jamu modern (ekstrak kapsul) yang biasanya dipasarkan di apotek-apotek, tapi belum bisa kami expose karena masih proses," jelasnya.

Tahun ini, Jamu Iboe lebih banyak melakukan program edukasi dan aktifasi kepada masyarakat mengenai jamu yang tidak melulu rasanya pahit. Salah satu program tersebut adalah lomba kreasi jamu yang diikuti oleh para ibu-ibu PKK Kota Surabaya pada pekan lalu.

"Lomba kreasi jamu ini juga digelar untuk memyambut Hari Ibu karena filosofinya, Ibu adalah sosok figur yang selalu memperhatikan kepentingan keluarga. Nah ini sama dengan filosofinya Jamu Iboe yang memperhatikan kesehatan keluarga," ungkap Stephen.

Lomba kreasi jamu ini diharapkan juga bisa memberikan inspirasi kepasa ibu-ibu bahwa jamu itu bisa dikemas secara modern dan kekinian bahkan dicampur atau dikreasikan dengan bahan lain seperti buah dan sayuran.

"Dengan begitu, dampaknya akan lebih ke lokal dan menjadi lifestyle masyarakat bahwa minuman kesehatan itu tidak harus pahit," tambah Perry Anglishartono, Product Group Manager PT Jamu Iboe Jaya.

Selain menggelar lomba kreasi jamu, Jamu Iboe juga menggelar sejumlah kegiatan lainnya seperti lomba fashion show dengan mengenakan desain baju dari bungkus Jamu Iboe, lomba yel-yel PKK dan juga lomba make-up.

Perry menambahkan, bukan tidak mungkin pemenang lomba kreasi jamu kali ini akan dijadikan salah satu racikan menu produk Jamu Iboe yang akan dipasarkan di outlet Herbal Bar.

Saat ini penjualan Jamu Iboe, dikontribusi oleh jenis jamu tradisional yakni sebesar 50 persen, disusul oleh produk minuman kesehatan sebanyak 20 persen dan sisanya berupa jamu modern atau ektrak kapsul.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved