Berita Tulungagung

Kejaksaan Tulungagung dan Bea Cukai Blitar Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal

Kejaksaan Tulungagung bersama Bea Cukai Blitar memusnahkan 127.000 batang rokok ilegal

Kejaksaan Tulungagung dan Bea Cukai Blitar Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal
surya/david yohanes
Petugas Kantor Bea Cukai Blitar dan Kejari Tulungagung membakar ribuan rokok ilegal. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Asap mengepul dari korbaran api di dalam empat potongan drum yang diletakkan di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung, Rabu (26/12/2018). Sementara petugas Kejaksaan bersama Bea Cukai Blitar terus melemparkan berslop-slop rokok ilegal berbagai merek.

Rokok-rokok itu sengaja dimusnahkan dengan cara dibakar, karena tidak dilengkapi pita cukai. Totalnya mencapai 127.000 batang, terdiri dari rokok merek Veloz, CR7 Sejati, P45, DAS Mild, JSB, CR Sejati, Idaman, Jett Bold, Ertiga, PAS Exclusive, Vario, dan Joyo Baru. Rokok-rokok ilegal ini diproduksi di wilayah Malang dan Blitar.

"Kasusnya sudah inkrcht dan pelakunya sudah dijatuhi hukuman. Barang buktinya kemudian dimusnahkan," terang Kasi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea Cukai Blitar, Mashari.

Total nilai rokok ilegal ini Rp 45 juta. Pelaku dihukum satu tahun enam bulan, dengan denda Rp 90 juta.

"Denda yang dikenakan dua kali dari kerugian negara yang ditimbulkan," tambah Mashari.

Rokok-rokok ini dijual Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per bungkus. Padahal seharusnya rokok ini dijual Rp 14.000 per bungkus.

Perbedaan harga yang sangat besar inilah yang membuat masyarakat tertarik membeli rokok tanpa cukai.

Pelaku banyak mengedarkan ke toko di wilayah pinggiran Tulungagung. Kadang pelaku juga menyasar warga yang tengah punya hajat.

Pada toko yang menjual rokok ini, Kantor Bea Cukai sebatas melakukan pembinaan dan peringatan.

"Tapi kalau sudah tiga kali dibina tetap menjual rokok polos (tanpa cukai), maka akan kami tindak juga," tegas Mashari.

Selain 127.000 batang rokok, ada satu telepon genggam merek Samsung juga juga dimusnahkan.

Telepon genggam ini milik pelaku yang dipakai menjalankan usahanya, menjual rokok tanpa cukai.

Dari sisi kesehatan, rokok polos in juga berbahaya, karena kandungan tar dan nikotinnya tidak terkontrol.

Penulis: David Yohanes
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved