Berita Malang Raya

Kisah Anak Wanita Lidahnya Ditusuk Jarum, Tangan-Kaki Disundut Rokok oleh Bapaknya Selama 6 Tahun

Kisah Anak Wanita Lidahnya Ditusuk Jarum, Tangan-Kaki Disundut Rokok oleh Bapaknya Selama 6 Tahun

Kisah Anak Wanita Lidahnya Ditusuk Jarum, Tangan-Kaki Disundut Rokok oleh Bapaknya Selama 6 Tahun
Surabaya.Tribunnews.com/Erwin Wicaksono
Tersangka Tajab saat digiring oleh petugas ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, Jum'at (21/12/2018). Kisah Anak Wanita Lidahnya Ditusuk Jarum, Tangan-Kaki Disundut Rokok oleh Bapaknya Selama 6 Tahun 

SURYA.co.id | MALANG - Perbuatan yang dilakukan Tajab sangat nekat dan tidak belas kasihan. Pria 34 tahun asal Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang ini melakukan kekerasan dengan cara menusuk lidah anaknya perempuannya pakai jarum, kaki dan tangan disundut rokok selama enam tahun. 

Kisah kekerasan dan penganiayaan Tajab kepada anak perempuannya, FW itu  cukup memilikan. FW merupakan anak kandung pelaku yang masih berusaia 16 tahun.

Tajab yang bercerita di hadapan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang mengaku, dirinnya terpaksa melakukan kekerasan kepada anak perempuannya yang berusia 16 tahun tersebut karena permasalahan sepele dan termakan emosi

"Saya mangkel (emosi) sama anak saya yang kerap keluyuran malam-malam. Tambah lagi mangkel pas saya suruh beli beras namun tak kunjung pulang dan angkat pohon pisang gak mau," ujar Tajab.

Luapan emosi Tajab dengan kekerasan yang sangat sadis. Sejak anaknya tinggal bersamanya 6 tahun silam,  Tajab mengaku kerap melakukan kekerasan terhadap anaknya itu. Pukulan hingga tusukan jarum pernah dilakukannya.

"Saya pukul anak saya enam kali pakai sapu dan kayu. Lidahnya saya tusuk pakai dom (jarum). Lalu saya conyok (sudut) dengkul sama tangannya dengan rokok. Saya emosi," ungkap Tajab.

Saat melakukan kekerasan tersebut. Diakui Tajab dilakukan di depan istrinya. Namun, istrinya diam saja.

"Istri tau tapi diam saja," jelas ayah dua anak tersebut.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Ipda Yulistiana menjelaskan. Korban berinisial FW tersebut sebelumnya tinggal bersama neneknya. Kemudian aksi keji Tajab dilaporkan ke UPPA Polres Malang oleh bibi korban pada Kamis (20/12/2018).

"Jadi korban ini sejak kecil ikut neneknya, karena neneknya meninggal. Kemudian ikut ibu kandung bersama ayahnya sejak usia 10 tahun," tutur Yulistiana ketika dikonfirmasi di ruanganya.

Halaman
12
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved