32 Stan Kuliner di DTC Beralih Pakai Bright Gas

Pertamina Marketing Operasional Region (MOR) V Jatim, Bali, Nusra terus agresif melakukan penetrasi ke pasar untuk produk gas non subsidi, Bright gas

32 Stan Kuliner di DTC Beralih Pakai Bright Gas
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
GM Pertamina MOR V, Ibnu Chouldum (kanan) bersama Regional CEO Bank Mandiri Region 8 R.Erwan Djoko Hermawan (kiri) meninjau penggunaan Bright gas di foodcort DTC Surabaya, Jumat (22/1/12/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Pertamina (Persero) Marketing Operasional Region (MOR) V Jatim, Bali, Nusra terus agresif melakukan penetrasi ke pasar untuk produk gas non subsidi, Bright Gas.

Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan penggunaan Bright Gas di wilayah operasional mereka yang masih berkisar di angka 18 persen.

Sementara targetnya, menurut General Manager (GM) Pertamina MOR V Jatim Bali Nusra, Ibnu Chouldum, bisa meningkat menjadi 20 persen.

"Dibandingkan dengan yang gas subsidi 3 kg masih 18 persen. Targetnya bisa naik 20 persen hingga 25 persen untuk penggunaan Bright Gas ini," ungkap Ibnu, disela kegiatan bersama mal Darmo Trade Center (DTC) Surabaya, Jumat (21/12/2018).

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan penetrasi Bright Gas ini adalah bekerjasama dengan mal, restauran, hingga perhotelan.

”Kami akan terus dorong pelaku usaha untuk memakai Bright Gas. Karena selain meringankan beban subsidi pemerintah, hal seperti itu juga mengajarkan kepada masyarakat umum untuk beralih menggunakan non subsidi," tambahnya.

Untuk dengan mal DTC, semua stan kuliner yang mencapai 32 tenant menggunakan produk Bright Gas dengan rincian 20 tabung Bright Gas 5.5 kg, 20 tabung refill Bright Gas 5.5 kg, serta 12 tabung refill Bright Gas 12 kg.

”Ini pertama kalinya kami kolaborasi dengan pusat perbelanjaan dan akan dijadikan percontohan,” tambah Ibnu.

Sementara itu, konsumsi bright gas 5,5 kg dan 12 kg di wilayah Jatim berada di angka 6.310 MT tiap bulannya. Kemudian untuk penggunaan LPG bersubsidi 3 kg di Jatim sebesar 94.680 MT per bulan. Pertamina memprediksi konsumsi bright gas di momen natal dan tahun baru ini mencapai 6.860 MT atau naik 9 persen dibanding konsumsi pada bulan biasanya.

Marketing & Promotional Manager DTC Yosef Tony Praduka, menambahkan, sebelum mengajak stan kuliner di DTC pakai Bright Gas, pihaknya melakukan sosialisasi dulu.

"Terutama dari segi keamanan dan ketersediaan Bright Gas. Apalagi ada dukungan dari Bank Mandiri untuk akses pembayaran secara non tunai yang memiliki banyak keuntungan," jelas Yosef.

Rachman Budi Susanto, Area Head Bank Mandiri Surabaya Basuki Rahmat, menambahkan, dukungan dari Bank Mandiri diberikan dengan kemudahan pembayaran melalui e-money maupun gesek dengan kartu debit maupun kredit Mandiri. "Sehingga ada kemudahan bagi nasabah kami yang punya stan kuliner disini. Apalagi banyak diantara stan ini yang sudah menggunakan mesin EDC (Electronics Data Capture) kami," tambah Rachman.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved