Berita Bisnis

Poles 27.000 IKM Siap Ekspor, Pemprov Jatim Gandeng Bukalapak

Dengan menggandeng Bukalapak diharapkan kinerja UMKM Jatim lebih efektif dan efisien, agar UMKM Jatim dapat memenangkan pertarungan dalam industri

Poles 27.000 IKM Siap Ekspor, Pemprov Jatim Gandeng Bukalapak
surya/sugiharto
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Drajat Irawan saat menjadi pembicara di acara bincang usaha "Memenangkan UMKM di Era Digital 4.0," di ballroom Hotel Santika Premiere Surabaya, Rabu (19/12/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) di tahun 2019 menargetkan 27.000 Industri Kecil Menengah (IKM) Jatim masuk ke marketplace digital ekspor.

Untuk tujuan itu, Pemprov Jatim telah mengikat kerja sama dengan marketplace Bukalapak.

Langkah besar itu diungkapkan Drajat Irawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim saat menjadi pembicara di acara bincang usaha "Memenangkan UMKM di Era Digital 4.0," di ballroom Hotel Santika Premiere Surabaya, Rabu (19/12).

"Target Pemprov Jatim dan Pak Gubenur, di tahun 2019 adalah 27.000 IKM masuk marketplace digital ekspor. Sementara hingga akhir tahun 2018 ini sudah ada 1.200 IKM masuk ke pasar digital ekspor," jelas Drajat.

Ia menjelaskan, bahwa permasalahan saat ini belum banyak UMKM di Jatim yang tersentuh oleh teknologi online.

Padahal potensinya sangat besar, berdasar Sensus Ekonomi Nasional 2016 tercatat ada 12,1 juta UMKM di Jatim.

"Dari seluruh UMKM di Jatim baru tiga persen atau 400 ribu IKM yang telah masuk di e-commerce milik bukalapak," kata Drajat.

Dengan menggandeng Bukalapak diharapkan kinerja UMKM Jatim lebih efektif dan efisien, agar UMKM Jatim dapat memenangkan pertarungan dalam industri dan perdagangan di pasar Asean.

"Mengutip pernyataan Gubernur Pak Soekarwo, bahwa bisnis is war. Bisnis adalah perang. Mereka yang mampu menawarkan produk lebih cepat dan murah serta lebih baik produknya itulah yang bisa dikatakan pemenang,” ujar Drajat

Keberadaan UMKM Jatim telah menjadi soko guru ekonomi bagi provinsi dengan 38 kabupaten/kota ini.
Terbukti disaat krisis global melanda dan kurs rupiah atas dolar melemah, dampak dan pengaruh yang nyata terhadap perekonomian di Jatim tidak begitu terasa.

Potensi UMKM di Jatim sangat besar dan telah memberi kontribusi yang tinggi pada PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) Jatim 57,52 persen.

Warung Digital

Selain menggandeng Bukalapak, di penghujung tahun 2018 ini, Pemprov Jatim juga menyiapkan program Warung Digital yang akan dimulai pada Natal 2018.

"Warung digital ini akan kami uji cobakan dengan menggandeng Bulog. Yaitu menyediakan produk pokok secara online dengan harga yang lebih murah," tandas Drajat.

Selain Drajat, dalam acara yang digelar oleh Harian Surya itu juga hadir sebagai pembicara Direktur Utama Bank UMKM Jatim,Yudhi Wahyu M; Kepala SKK Migas Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa), Ali Mashyar; Vice President Public & Government Affairs ExxonMobile Indonesia, Erwin Maryoto; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Mas Purnomo Hadi; serta praktisi UKM pemilik usaha sambal kemasan, Ny Mujiati.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved