Berita Malang Raya

Jaksa Menangkap Dosen Polinema yang Terjerat Skandal P2SEM

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang menangkap Dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema), Sri Nurkudri yang terjerat skandal lama P2SEM

Jaksa Menangkap Dosen Polinema yang Terjerat Skandal P2SEM
surabaya.tribunnews.com/rifky edgar
Sri Nurkudri, Dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) saat akan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A, Sukun, Kota Malang pada Selasa (18/12/2018). 

SURYA.co.id | MALANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang menangkap Dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema), Sri Nurkudri (55) di perumahan Politeknik,Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (18/12/2018).

Sri Nurkudri ditangkap terkait kasus Progam Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) yang telah diputus Mahkamah Agung dengan putusan Nomor 1904 K/PID. SUS/2017.

Ia diputus bersalah dalam tindak pidana korupsi, dengan hukuman 4 tahun, denda Rp 200 juta dan subsider 6 bulan kurungan.

Dengan wajah lesu, ia dikawal petugas Kejari Kota Malang menuju mobil yang membawanya ke Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas II A, Sukun, Kota Malang.

Saat digelandang petugas Kejaksaan, Dosen ini hanya bisa pasrah sambil menundukkan kepala dan menutupi wajahnya dengan tangan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Amran Lakoni melalui Kasi Pidana Khusus, Ujang Supriyadi menjelaskan bahwa Kejaksaan telah menjalankan eksekusi atas putusan Mahkamah Agung.

"Hari ini, kami mengeksekusi terpidana dari Mahkamah Agung. Selama 2 hari terakhir, kami melakukan pengintaian dengan membentuk 2 Tim . Kedua Tim itu, melakukan pencarian di Kampus Polinema dan juga di di rumahnya," ungkapnya.

Barang bukti yang diamankan oleh petugas ialah naskah hibah (NPHD), yang ditandatangani Dr H. Soeyono, kepala bidang pemberdayaan Masayarakat Propinsi Jatim dan Ir Budi Tjahyono, Direktur Polinema, uang tunai Rp.113 Juta, proposal P2SEM, pada lembaga Politeknik Negeri Malang, Jl. Sukarno Hatta, dengan kontak person Sri Dra Sri Nurkudri M.Ag

Lanjutnya, ketika ditangkap, Sri Nurkudri sempat melakukan penolakan.

"Ada penolakan itu wajar, tapi akhirnya bisa menerima. Tetapi kami beri pengertian kepada yang bersangkutan, karena yang bersangkutan akan melakukan upaya peninjauan kembali atas kasusnya. Tapi sekali lagi, peninjauan kembali tidak menghalangi eksekusi kami. Selanjutnya, terpidana ini langsung kami bawa ke Lapas Wanita Sukun," lanjut Ujung

Ujung menjelaskan, kasus yang menjerat SN terjadi di tahun 2012 silam.

Saat itu ada bantuan dana P2SEM, namun dalam penggunaannya, tidak sesuai peruntukkannya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved