Lapor Cak

Tak Takut Sanksi Gembok dan Denda Rp 500.000, Kendaraan Melanggar Larangan Parkir kembali Marak 

Sejak diberlakukan resmi awal November 2018, Perda 3/2018 tentang perparkiran belum sepenuhnya dipatuhi.

Tak Takut Sanksi Gembok dan Denda Rp 500.000, Kendaraan Melanggar Larangan Parkir kembali Marak 
surya.co.id/nuraini faiq
MARAK - Sejumlah kendaraan parkir persis di bawah rambu larangan parkir di sepanjang Jl Frontage sisi barat A Yani, Surabaya, Senin (17/12/2018). Kendaraan ini nekat abaikan sanksi denda Rp 500.000 atau mobil diderek.  

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak diberlakukan resmi awal November 2018, Perda 3/2018 tentang perparkiran belum sepenuhnya dipatuhi. Masih banyak pemilik kendaraan yang mengabaikannya.

Dalam Perda yang sudah dijabarkan melalui Perwali 63/2018 itu, semua kendaraan dilarang melanggar rambu larangan parkir. Jika nekat akan diderek paksa dan akan ditilang Rp 500.000.

Namun,  ancaman dan sanksi yang ada dalam aturan tersebut belum sepenuhnya ditegakkan. Buktinya, masih banyak pemilik kendaraan yang bebas memarkir mobil mereka persis di bawah rambu larangan parkir

Meski sudah dipasang tanda derek paksa bagi pelanggar, namun kondisi ini tak bikin takut.

Mereka menganggap bahwa simbol derek paksa itu belum diberlakukan, termasuk denda tilang atau sanksi administatif bagi pelanggar rambu parkir, warga belum yakin.

"Saya berani parkir di bawah rambu larangan parkir ini karena yakin tidak akan ditilang. Lha ini banyak yang parkir di sini. Saya hanya mendengar soal tilang itu tapi tidak tahu persis," ucap Sulistiyono, salah satu pemilik kendaraan yang parkir di Jl Frontage A Yani, Senin (17/12/2018).

Pemilik kendaraan ini baru yakin akan ditindak kalau ada petugas yang menyisir dan melakukan razia parkir. Biasanya itu dilakukan ramai-ramai atau ada petugas gabungan TNI polisi. 

Sebagaimana Perda 3/2018 serta didetailkan melalui Perwali 63/2018 tentang perparkiran bahwa setiap kendaraan dilarang parkir di tempat larangan parkir. Seluruh tempat larangan itu telah dipasangi rambu larangan parkir

Sesuai regulasi ini, tanpa polisi sekali pun, petugas Dishub bisa menindak pelanggar parkir. Namun hingga hampir dua bulan Perda Perparkiran tersebut diterapkan, banyak kendaraan yang marak parkir persis di bawah rambu larangan parkir

Banyak jalan-jalan protokol di Kota Surabaya yang masih marak melanggar rambu larangan parkir. Selain Frontage A Yani sisi barat di depan kantor-kantor, jalan-jalan lain yang ada rambu larangan parkir juga kerap dijadikan parkir. 

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved