Enterpreneurship

Santi Sukses Bisnis Camilan Khas Banyuwangi: Mantap Pasar Online Berkat Bantuan PPK Sampoerna

Melalui Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna, para enterpreneur digembleng sedemikian rupa dan difasilitasi untuk mencapai kesuksesan.

Santi Sukses Bisnis Camilan Khas Banyuwangi: Mantap Pasar Online Berkat Bantuan PPK Sampoerna
surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin
Santi Larisa (30) menunjukkan camilan khas Banyuwangi produksinya pada pameran SETC Expo 2018 di Denpasar, Bali, Sabtu (15/12/2018). 

SURYA.co.id | DENPASAR - Sudah 2 tahun Santi Larissa (30) menjalankan usaha jajanan khas Banyuwangi.

Ia memulai usaha itu mulai dari nol. Awalnya ia masih buta tentang seluk-beluk dunia usaha.

Saat ini, setelah setahun lebih dibina Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna, usahanya mulai maju. Kini ia juga mulai menjangkau penjualan via online.

Ada banyak macam jenis camilan yang Santi produksi. Salah satunya bagiak. Makanan berbahan dasar tepung ini ia oleh dengan sedikit modifikasi. Ukurannya lebih kecil ketimbang kebanyakan bagiak. Ia juga memproduksinya dalam berbagai rasa.

Selain itu, ia juga memproduksi camilan lain hasil kreasinya, seperti keripik kentang presto dan kripik pisang rasa-rasa.

"Pasarnya sudah merambah hingga ke Surabaya, Malang, Jember, Jakarta, hingga beberapa kota di Kalimantan," kata Santi, saat ditemui di SETC Expo 2018 di Denpasar, Bali, Sabtu (15/12/2018). Kegiatan ini digelar oleh PT HM Sampoerna Tbk.

Santi Larisa (30) menunjukkan camilan khas Banyuwangi produksinya pada pameran SETC Expo 2018 di Denpasar, Bali, Sabtu (15/12/2018).
Santi Larisa (30) menunjukkan camilan khas Banyuwangi produksinya pada pameran SETC Expo 2018 di Denpasar, Bali, Sabtu (15/12/2018). Santi adalah salah satu pengusaha binaan Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna. (surabaya.tribunnews.com/aflahul abidin)

Membuka peluang pasar di banyak daerah tentu tak mudah. Awal mula berwirausaha, Santi cuma punya modal nekat serta sedikit dana. Berbagai kendala ia hadapi. Seperti manajemen keuangan yang amburadul serta pemilihan pasar yang asal-asalan. Hasilnya, untung yang didapat pas-pasan.

Beruntung, awal 2017 ia mengikuti pelatihan di PPK Sampoerna. Ia berhasil terpilih untuk mengikuti berbagai pelatihan.

"Yang saya sadari paling awal dari mengikuti pelatihan itu adalah penentuan harga pokok produksi yang belum betul. Sementara produk sudah terlanjur beredar. Hasilnya, banyak penolakan," ungkapnya.

Lewat pelatihan itu, Santi mendapat banyak pengetahuan baru dalam dunia wirausaha. Beberapa di antaranya, penataan tempat produksi yang bersih dan higienis, packing produk yang menarik, penentuan segmen pasar, dan penentuan harga jual.

Halaman
1234
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved