Lapor Cak

Polisi Bangun Tugu Kecelakan di Jalur Tenggkorak Jl Mastrip Surabaya, 13 Korban telah Meninggal

Unit Laka Sat Lantas Polrestabes Surabaya membangun tugu kecelakaan di jalur tengkorak Jl Mastrip Karangpilang Surabaya.

Polisi Bangun Tugu Kecelakan di Jalur Tenggkorak Jl Mastrip Surabaya, 13 Korban telah Meninggal
surya.co.id/mohammad romadoni
Unit Laka Sat Lantas Polrestabes Surabaya membangun tugu kecelakaan di jalur tengkorak Jl Mastrip Karangpilang Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Unit Laka Sat Lantas Polrestabes Surabaya membangun tugu kecelakaan di jalur tengkorak Jl Mastrip Karangpilang Surabaya.

Pemasangan tugu kecelakaan itu sebagai tanda supaya pengguna jalan ekstra waspada ketika berkendara di jalur tersebut.

Tugu setinggi lebih dari tiga meter itu dipasang persis di pinggir jalan sebelah kanan dari arah Surabaya perbatasan Sidoarjo dan Gresik, tepatnya di depan toko modern.

Pada bagian paling atas dipasang kerangka motor ringsek karena terlibat kecelakaan.

Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, AKP Antara mengatakan pembuatan tugu kecelakaan itu mempertimbangkan data laka lantas yang sering terjadi di jalur tengkorak Jl Mastrip Karangpilang.

"Hampir setiap pekan ada kecelakaan bahkan fatalitas hingga merenggut korban jiwa," ungkapnya kepada Surya.co.id dilokasi, Jumat (14/12/2018).

Dia menjelaskan adapun data laka lantas yang terjadi di Jl Mastrip pada Januari hingga Nopember 2018 tercatat sebanyak 50 kejadian kecelakaan.

Fatalitas kecelakaan mengakibatkan 13 korban meninggal. Luka berat 6 korban, luka ringan 40 korban dan kerugian materil senilai Rp 30 juta.

"Rata-rata korban kecelakaan adalah pengendara motor," jelasnya.

Herlia Wibowo (27) warga setempat mengatakan mengapresiasi kinerja Polisi Laka Lantas Polrestabes Surabaya yang berinisiatif memasang tugu kecelakaan. Pasalnya memang di jalan ini sering terjadi fatalitas kecelakaan.

"Iya, memang sering kecelakaan bahkan selalu ada korban meninggal. Paling sering pengemudi motor," ungkapnya saat dikonfimasi Surya.co.id, Jumat (14/12/2018).

Menurut dia, perlu adanya perbaikan monumen kecelakaan supaya bisa diperbesar agar lebih terlihat jelas oleh pengendara motor.

"Terlalu kecil monumennya jadi nggak begitu kelihatan," ujarnya.

Khoirul Anwar (35) pengguna jalan menambahkan tugu kecelakaan tidak hanya sebagai pajangan melainkan bisa dipakai untuk isyarat bahwa di lokasi ini rawan kecelakaan.

"Jika melihat tugu kecelakaan mungkin orang lebih berpikir untuk memacu kendaraannya supaya lebih berhati-hati," pungkasnya.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved