DBL Indonesia

The Journey of AZA Shoes

Tak terasa, sejak 2009 hingga 2017 sudah ada lima AZA Shoes yang diproduksi massal dan kelimanya diterima masyarakat.

The Journey of AZA Shoes
foto: istimewa
CEO dan Founder DBL Indonesia memperlihatkan AZA 6. Produsen sepatu dalam negeri asal Surabaya, Ardiles, meluncurkan sepatu basket AZA 6. 

SURYA.co.id |Tak terasa, sejak 2009 hingga 2017 sudah ada lima AZA Shoes yang diproduksi massal dan kelimanya diterima masyarakat. Tak hanya terjangkau, sepatu basket tersebut juga memiliki kualitas yang tak kalah dengan sepatu di pasaran. Inilah sedikit cerita bagaimana AZA Shoes berkembang.

AZA 1 (League Gravity 2k8 DBL): Cikal Bakal dari Langkah Awal
Semua berawal dari tahun 2009. Kala itu, Azrul Ananda, CEO dan Founder DBL Indonesia yang sedang meeting bersama Prajna Murdaya, Bos Grup Berca memberikan sebuah penawaran secara tiba-tiba berupa dua pasang sepatu bermerk League.

Sepatu tersebut memiliki dua warna yaitu putih polos dengan aksen jahitan biru, satu lagi hitam polos dengan aksen jahitan emas dengan logo DBL di belakangnya lengkap beserta Azrul Ananda dan tanda tangannya.

Desain ini seolah menggambarkan memulai segalanya dengan kertas kosong yang siap digambar menjadi lebih sesuatu yang besar.

AZA 2 (League Pure Player Ltd AZA): Kolaborasi yang Berlanjut
Melihat antusiasme yang besar, kolaborasi pun berlanjut ke sepatu yang kedua. Bernama League Pure Player Ltd AZA, sepatu ini menggambarkan identitas DBL Indonesia dengan warna biru tua.

Unsur itu semakin kuat dengan logo si Det (maskot Honda DBL berwujud anjing bertelinga panjang kala itu) berwarna jingga.

AZA 3 (League Yin Yang Ltd Azrul Edition): Segudang Cerita dari Warna Hijau
Hijau. Warna inilah yang membuat sepatu ini punya banyak cerita. Hijau selalu menjadi identitas warna olahraga yang ada di Jawa Timur khususnya Surabaya.

Jika Jika edisi pertama putih dan hitam polos sebagai simbol awal yang bersih, kemudian yang kedua biru dan oranye sebagai warna asli DBL, edisi ketiga ini menggambarkan perjalanan hidup Azrul Ananda yang tinggal di Surabaya dengan warna dominasi hijau dan kampus tempat kuliahnya dulu, California State University, Sacramento.

AZA 4 (League Hyper Drive 2 Low AZA): Sacramento Kings yang Disepatukan
Di edisi keempat yang dirilis tahun 2012, Hyper Drive 2 Low AZA menjadi sepatu kolaborasi terakhir DBL Indonesia dengan League.

Sepatu dengan warna hitam berpadu ungu tersebut menjadi sepatu ditunggu oleh banyak penggemar basket kala itu.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved