Pileg 2019

Pileg 2019-PKB Jatim: PKB Menang di Madura, Jokowi Ikut Menang

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) cukup optimistis dapat meraih kemenangan di Madura.

Pileg 2019-PKB Jatim: PKB Menang di Madura, Jokowi Ikut Menang
ist
Suasana bimbingan teknis bertajuk Orientasi dan Pendalaman Tugas Fraksi PKB DPRD Se-Jatim yang dilakukan akhir pekan silam (7-9/12/2018) di Hotel Sari Pasific, Jakarta. PKB Jatim menyakini PKB menang di Madura maka Jokowi-Ma'ruf Amin akan menang. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) cukup optimistis dapat meraih kemenangan di Madura. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jatim menegaskan bahwa kemenangan partai juga akan berdampak pada pemenangan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang juga diusung partainya, Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin di Madura.

Optimisme ini didasarkan pada hasil survei yang menunjukkan peningkatan PKB menjadi 37 persen pasca pemilihan gubernur silam.

"PKB mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Rata-rata naik 10 persen di seluruh wilayah Jatim," kata Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPW PKB Jatim, Fauzan Fuadi kepada Surya.co.id, Minggu (16/12/2018).

Hasil survei tersebut menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan dibanding pemilu sebelumnya. Di pemilu 2014, PKB baru bisa meraih 20 persen dari 100 kursi DPRD Jatim.

"Insya Allah, kalau PKB menang, Pak Jokowi juga menang, termasuk di Madura," kata pria yang juga Caleg DPRD Jatim ini.

Tak hanya PKB, elektabilitas Jokowi dinilai mengalami peningkatan yang cukup signifikan di Jatim, khususnya di Madura. "Ada banya faktor naiknya elektabilitas Bapak Jokowi," kata Fauzan.

Ia lantas menjelaskan berbagai kelebihan Jokowi dibanding sang rival, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Alasan pertama terkait program yang dianggap pro rakyat. "Penggratisan Suramadu contohnya. Meskipun ada pro kontra, harus diakui bahwa program ini sangat disukai masyarakat Madura," tegasnya.

Kedua, terkait pemilihan Kiai Ma'ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden. "Kiai Ma'ruf Amin yang merupakan representasi NU (Nahdlatul Ulama) sangat cocok dengan Madura," katanya.

Ketiga, adanya figur beberapa kepala daerah yang berasal dari partai koalisi pengusung Jokowi-Makruf Amin. Di antaranya, Badrut Tamam yang merupakan Sekretaris DPW PKB Jatim yang kini menjadi Bupati Pamekasan.

Sekalipun, pada pilbub Pamekasan PKB bukan satu-satunya pengusung Badrut. "Biar bagaimanapun, Pak Badrut adalah kader partai yang teruji. Kami kira tak perlu meragukan loyalitas beliau (kepada keputusan partai)," lanjutnya.

Tak hanya itu, faktor lain yang juga mempengaruhi peningakatan elektabilitas Jokowi adalah terbantahkannya isu hoax yang sering menyerang Jokowi. Di antaranya, dengan adanya pengakuan oleh penyebar hoax.

"Meskipun bukan satu-satunya, tapi cukup bagus. Cukup memberikan konfirmasi bahwa isu negatif yang kemarin menyerang pribadi Pak Jokowi adalah hoax," katanya.

Nantinya, seiring dengan pemenangan caleg, pihaknya akan terus bergerak memenangkan pilpres. "Apalagi, kami tak sendiri, melainkan berkoordinasi dengan caleg dari partai lain," pungkasnya.

PKB menjadi satu di antara partai pendukung Jokowi yang berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden mendatang. Sedangkan di Madura, Jokowi yang sebelumnya berpasangan dengan Jusuf Kalla di pemilu 2014, gagal memenangkan satu pun kabupaten di Pulau Garam.

Saat itu rival Jokowi, Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa menang mutlak di empat kabupaten. Di antaranya, Bangkalan (81,20 persen), Pamekasan (76,69 persen), Sumenep (57,57 persen), dan Sampang (74,47 persen).

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved