Berita Blitar

Gara-gara Lalat, Peternak di Blitar Kehilangan 3.500 Ekor Ayam, begini Ceritanya

Edi Prasetyo (40), peternak ayam asal Dusun patuk, Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar yang kehilangan ribuan ekor ayamnya.

Gara-gara Lalat, Peternak di Blitar Kehilangan 3.500 Ekor Ayam, begini Ceritanya
surya.co.id/imam taufik
Kandang ayam milik Edi Prasetyo (40) di Dusun patuk, Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar terbakar Sabtu malam (15/12/2018). 

SURYA.co.id | BLITAR - Hati-hati kalau mau membasmi lalat. Jika sampai ceroboh bisa berakibat fatal seperti yang dialami Edi Prasetyo (40), peternak ayam asal Dusun patuk, Desa Pojok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar yang kehilangan ribuan ekor ayamnya.

Sebanyak 3.500 ekor ayamnya mati terpanggang api akibat kandangnya terbakar. Penyebabnya, karena atap kandang ayam itu, yang terbuat dari dadhok atau daun tebu yang sudah kering tersambar api.

Itu terjadi saat korban sedang membasmi lalat menggunakan kompor gas (elpiji). Kebakaran itu terjadi pada Sabtu (15/12/2018) malam.

"Kandang ayam dan isinya (ayam) hampir tak bisa diselamatkan. Kalau kandangnya terbakar semua, sedang ayamnya hanya sebagian yang bisa diselamatkan," kata AKP Rusmin, Kapolsek Garum, Minggu (16/12/2018).

Meski korban mengalami kerugian ratusan juta, namun tak ada korban jiwa. Sebab, saat kejadian itu, korban sendirian.

Menurut Rusmin, kejadian itu bermula dari korban hendak membasmi lalat yang banyak menempel di paralon, yang jadi tempat minum ayam. Banyaknya lalat itu terjadi saat musim hujan seperti sekarang ini.

Tahu tempat minum buat ayam peliharaannya dirubung lalat, Edi langsung menyalakan kompor gasnya. Selanjutnya, itu disulutkan ke arah lalat yang menempel di paralon (tempat minum). Entah lupa atau bagaimana, ternyata semburan api dari kompor gas itu mengenai atap kandang. Karena atapnya terbuat dari daduk (daun tebu kering), sehingga api dengan mudah berkobar.

"Begitu melihat api berkobar, korban lari dengan panik, untuk memanggil istrinya yang ada di rumahnya (atau berjarak 300 meter). Maksudnya, ia minta bantuan untuk memadamkan api karena rumah atau kandang jauh dari rumah para tetangga lainnya," ujarnya.

Karena tak ada warga yang mengetahuinya, sehingga korban berusaha sendiri untuk memadamkan api dengan cara seadanya.

Yakni, menggunakan selang air yang biasa dipakai membersihkan peralatan kandang. Karena itu, usaha korban tak membuahkan hasil sehingga dua kandang dengan masing-masing berukuran 8x12 meter itu tak berhasil diselamatkan. Termasuk, ayam yang sudah siap panen itu juga hangus terpanggang.

Api baru bisa dipadamkan setelah didatangkan dua mobil pemadam kebakaran. Itu terjadi satu jam kemudian atau sekitar pukul 21.00 WIB.

"Untungnya, beberapa menit kemudian, ada warga yang berdatangan sehingga bisa menyelamatkan sebagian ayam korban," pungkasnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved