ISEF 2018

Dapat Sertifikasti Halal dari MUI, Kopi Bedhag Jember Siap Tambah Kapasitas Produksi

Doni menerima sertifikat halal melalui program yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dan LPPOM MUI

Dapat Sertifikasti Halal dari MUI, Kopi Bedhag Jember Siap Tambah Kapasitas Produksi
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Pengusaha kopi asal Jember, Doni A Waluyo menunjukkan sertifikat halal yang baru diterimanya di area ISEF ke 5 di Grand City Surabaya, Jumat (14/12/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengusaha kopi asal Jember, Doni A Waluyo terlihat sumringah. Pada gelaran Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF) yang ke-5 di Surabaya, Doni menerima sertifikat halal melalui program yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

"Ini sertifikat halal untuk produk saya. Fresh from the oven," kata Doni sambil menunjukkan map berisi sertifikat halalnya yang diberikan usai seminar sertifikasi halal yang digelar di panggung utama ISEF ke-5 di grand city Convex.

Doni yang memproduksi kopi roasting dengan bahan baku dari kebun sendiri dan membuka cafe kopi di kota Jember, mengaku siap mengembangkan usahanya dengan modal sertifikasi halal ini.

"Terutama peningkatan produk. Kami harus menguatkan dan meningkatkan produksi dulu, untuk bisa mengembangkan pasar. Karena memang permintaan kopi di kami cukup besar," ungkap Doni yang memproduksi kopi jenis Arabika, robusta dan liberika tersebut.

Dengan per bulan produksi mencapai 30 kg sampai 50 kg, untuk masuk ke pasar yang lebih luas, perlu peningkatan produksi yang lebih. Apalagi Bedhag Kopi sudah melalang buana ke beberapa kota di Jawa, Jepang, hingga Korea Selatan.

Doni tidak sendiri. BI Jatim melakukan fasilitasi sertifikat halal total kepada 100 usaha Kecil Menengah (UKM) di tahun 2018 ini. Fasilitasi sertifikasi halal ini masih akan dilanjutkan secara bertahap di tahun 2019. "Kami buka pendaftaran peserta sertifikasi halal di ISEF dan antusiasme UMKM untuk mendaftar sangat tinggi" papar Difi A. Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

Kesempatan ini memang harus dimanfaatkan bagi para pelaku UMKM. Selain karena prosesnya dipercepat juga tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Sementara biaya pengurusan antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta.

Pentingnya sertifikasi halal juga dibahas tuntas dalam kegiatan seminar yang mengangkat tema Sertifikasi Halal Untuk UMKM Indonesia. Dalam UU No. 33 tentang Jaminan Produk Halal, disebutkan bahwa produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal (Pasal 4).

Tidak hanya Indonesia, tren produk halal juga mulai merambah pasar global seperti Thailand yang mempunyai visi menjadi Dapur Halal Dunia.

"Muslim adalah segmen konsumen dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Setiap perusahaan yang tidak bisa merespon dengan cepat perubahan tren ini, bagaimana cara melayani, maka mereka akan kehilangan kesempatan yang signifikan dari hulu sampai ke hilir," kata Prof lr Sukoso, M.Sc, Ph.D Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Kementerian Agama.

Sertifikasi halal ini bisa memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk yang dihasilkan oleh para UKM ini sudah bisa dipastikan dan dijamin kehalalannya.(rie/*).

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved