Bisnis

Menkop UKM, Puspayoga Optimistis Rasio Kewirausahaan Nasional Salip Malaysia pada 2019

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, rasio kewirausahaan di Indonesia pada 2017 mencapai 3,1 persen.

Menkop UKM, Puspayoga Optimistis Rasio Kewirausahaan Nasional Salip Malaysia pada 2019
SURYA.co.id/AFLAHUL ABIDIN
Menkop dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga (baju putih) bersama para petinggi PT HM Sampoerna Tbk. mengunjungi lokasi pameran di SETC Expo di Denpasar, Bali (15/12/2018). Menkop UKM Puspayoga Optimistis Rasio Kewirausahaan Nasional Salip Malaysia pada 2019. SURYA.co.id/AFLAHUL ABIDIN 

SURYA.CO.ID | DENPASAR - Menteri Koperasi dan UKM ( Menkop UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, rasio kewirausahaan di Indonesia pada 2017 mencapai 3,1 persen.

Persentase itu meningkat dari tahun 2014 yang hanya 1,65 persen. Capaian tahun lalu, kata dia, sebenarnya sudah melebihi rasio kewirausahaan rata-rata internasional, yakni 2 persen dari jumlah penduduk.

Akan tetapi, angka yang diraih itu masih lebih rendah ketimbang rasio kewirausahaan negara-negara tetangga.

"Singapura 7 persen, Malaysia 5 persen, Thailand 4 persen. Jangan bicara AS dan China, mereka di atas 10 persen," kata Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dalam pembukaan Sampoerna Entrepreneur Training Centre atau SETC Expo 2018 di Denpasar Bali, Sabtu (15/12/2018).

Gibran Rakabuming Raka Jadi Pembicara di SETC Expo 2018, Manfaatkan Teknologi Digital di Wirausaha

180 UKM Ramaikan SETC Expo di Denpasar Bali dalam Menghadapi Era Digital

Ia optimistis, capaian rasio kewirausahaan Indonesia bisa melampaui Malaysia pada 2019. Pada tahun ini, kata dia, perhitungan rasio tersebut masih dihitung.

Untuk itu, ia mendorong para perusahaan yang memiliki program pembinaan UKM untuk mengevaluasi program yang telah berjalan. Soalnya, ia melihat kebanyakan program belum berhasil apabila melihat hasil rasio kewirausahaan.

Ia pun mengapresiasi Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna yang konsisten melatih UKM-UKM binaan di berbagai daerah di Indonesia.

Setidaknya, ada 40.000 UKM di 79 kabupaten/kota yang telah dibina PPK Sampoerna.

"Harus dievaluasi karena jujur saja (banyak program pelatihan berbagai perusahaan) yang enggak berhasil)," katanya.

Penguatan sektor UKM penting karena jenis usaha tersebut adalah tulang punggung ekonomi nasional.

Halaman
12
Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved