Berita Surabaya

Komunitas Perupa Perempuan Seroja, Menampilkan Sosok lain Perempuan

13 perupa perempuan Seroja, STKW menampilkan pameran bertajuk Puan Menyala, di Kulture Space Jalan Trunojoyo 91, Surabaya

Komunitas Perupa Perempuan Seroja, Menampilkan Sosok lain Perempuan
SURYA.co.id/Habibur Rohman
PUAN MENYALA - Pengunjung memperhatikan berbagai karya seni rupa pada pameran di Kultur Space Surabaya, Sabtu (15/12/2018). Pameran ini menampilkan 22 hasil karya dari 13 anggota "Seroja" Female Community dalam bentuak dua dimensi, tiga dimensi dan instalasi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - 13 perupa perempuan Seroja, STKW menampilkan pameran bertajuk Puan Menyala, di Kulture Space Jalan Trunojoyo 91, Surabaya.

13 perupa atau mahasiswa seni rupa STKW ini mencoba menampilkan sesuatu yang berbeda, melalui 32 karya yang masing-masing terdiri dari lukisan, instalasi dan patung yang terpajang apik di setiap sudut ruangan pameran.

Tidak muluk-muluk, pameran seni rupa ini adalah wujud eksistensi para perupa perempuan.

Rafika D Anggraini, kurator dalam pameran Puan Menyala mengatakan pameran Komunitas Seroja ini sudah berlangsung 3 kali, sejak tahun 2017 lalu.

Sesuai dengan tema Puan Menyala, bagian dari bukti eskistensi jika perupa perempuan di Surabaya juga bisa punya karya.

"Komunitas ini terbentuk bermula dari alasan personal sebenarnya, jumlah kami di kampus nggak banyak, angkatan seni rupa sedikit. Satu angkatan maksimal 3 orang, kemarin lulus tahun 2018 sekitar 10 orang di sana mulai terpikir kayaknya harus punya wadah, biar nggak lepas sendiri-sendiri, apalagi setelah lulus perempuan ini identik berhenti berkarya seni," katanya.

Dari komunitas Seroja inilah, tersedia wadah untuk eksistensi para perupa perempuan. Tidak hanya soal seni, tapi juga teman curhat, diskusi macam-macam, budaya sosio kultual, dan banyak lainnya.

Fakhita Madury (20), salah satu seniman yang ikut memberikan kontribusi pada pameran mengaku menampikan karya berjudul Bentuk Tubuh atau Kultus.

Mahasiswa senirupa STKW itu mengatakan bersyukur punya wadah seperti Komunitas Seroja. Karya instalasinya adalah bentuk dari sisi lain perempuan yang begitu mencintai dirinya sendiri. Kritik kepada kehudupan di luar sana di mana banyak fakta bulliying atau body shaming.

"Sebagai perempuan, sebaiknya begitu. Pendapat orang lain soal fisik kita itu bukan urusan kita selama kita mencintai pemberian tuhan ini," katanya.

Hal senada juga disampaikan Erika Tamara (20), Mahasiswa STKW Seni Rupa, yang menampilkan gambar seorang perempuan telanjang di bagian belakang sedang menyanggul rambut.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved