ISEF 2018

Dorong Ketahanan Pangan dan Pariwisata di Mojokerto, BI Resmikan Eduwisata Kawasan Organik Blenjonk

Dorong Ketahanan Pangan dan Pariwisata di Mojokerto, BI Resmikan Eduwisata Kawasan Organik Blenjonk

Dorong Ketahanan Pangan dan Pariwisata di Mojokerto, BI Resmikan Eduwisata Kawasan Organik Blenjonk
Surabaya.Tribunnews.com
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi A. Johansyah (dua dari kiri), Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng (ketiga dari kiri), Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi (lima dari kanan), dan Pendiri Kampung Organik Blenjonk Slamet (tiga dari kanan) usai peresmian Eduwisata Kawasan Organik Kampung Blenjonk, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kamis (13/12/2018). 

SURYA.co.id| SURABAYA - Bank Indonesia meresmikan program pemberdayaan eduwisata Kampung Organik Brenjonk, Kecamatan Trawas dan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (13/12/2018).

Program tersebut memiliki fokus utama pada pengembangan program ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, ketersediaan pangan untuk konsumsi ekonomi keluarga, dan lingkungan hidup.

Peresmian ditandai pemotongan pita secara simbolis dilanjut pemecahan kendi oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018, 11-15 Desember di Grand City Convention Hall Surabaya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng menyampaikan, peresmian tersebut menandakan komitmen Bank Indonesia untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat setempat yang telah disalurkan sebelumnya.

Yakni, dalam bentuk pelatihan pengelola ekowisata dan sertifikasi organik, rumah penggilingan padi organik, renovasi kamar home stay, taman sayur organik, pusat informasi, food court, dan lain sebagainya.

"Pemberian bantuan ini juga sejalan dengan tugas Bank Indonesia untuk menjaga kestabilan nilai rupiah di antaranya melalui kestabilan harga barang dengan memperhatikan sisi produksi," katanya.

Selain itu, dalam rangka mengurangi defisit transaksi berjalan, Bank Indonesia juga mendorong sektor pariwisata untuk meningkatkan devisa negara.

Sugeng juga menyampaikan, sejalan dengan pergeseran lifestyle masyarakat, usaha makanan berbasis organik pun kian lama kian digemari.

Terlebih, jika usaha ini diselaraskan pula dengan sektor pariwisata dengan membuat kawasan desa wisata organik seperti di Brenjonk.

"Selanjutnya, usaha ini mungkin lebih dapat dikembangkan lagi dengan menggunakan teknologi digital seperti pemasaran melalui web ataupun aplikasi," tuturnya.

Halaman
123
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved