Berita Pamekasan

Hotel Front One Pamekasan Ditutup setelah Didemo, Laskar Merah Putih Tanya hal ini kepada Manajemen

Setelah mendapat desakan puluhan anggota ormas Laskar Merah Putih (LMP) Satpol PP Pamekasan akhirnya menutup Hotel Front One, di Jl Jokotole.

Hotel Front One Pamekasan Ditutup setelah Didemo, Laskar Merah Putih Tanya hal ini kepada Manajemen
SURYAOnline/muchsin
Hotel Front One Pamekasan ditutup setelah didemo Ormas Laskar Merah Putih. 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Setelah mendapat desakan puluhan anggota ormas Laskar Merah Putih (LMP) Satpol PP Pamekasan akhirnya menutup Hotel Front One, di Jl Jokotole, Pamekasan, Rabu (12/12/2018).

Hanya saja, penutupan hotel ini terkesan tidak serius. Karena Satpol PP tidak memberi garis police line atau penyegelan dan pintunya tidak digemok. Di pintu masuk, ditutup dan gagang pintunya dipalang menggunakan bendera (LPM) yang dipasang oleh anggota LPM sendiri.

Sebelum ditutup, puluhan Laskar Merah Putih unjuk rasa ke kantor Pemkab, kemudian begerak ke Hotel Front One. Di lokasi itu mereka berorasi dan ingin bertemu dengan pihak manajemen hotel agar menutup sendiri hotelnya, dengan alasan di antaranya, pihak manajemen belum mengantongi izin pengembangan hotel.

Beberapa saat sebelum ditutup, General Manajer (GM) Front One Pamekasan, Alfin,  datang menemui pengunjuk rasa dan menjelaskan, jika semua izin untuk hotel sudah lengkap. Dan pihaknya tidak berani beroperasi, jika tidak mengantongi izin.

Namun pendemo ngotot, agar hotel ditutup. Sebab menurutnya manajemen harusnya memperkerjakan minimal 30 persen karyawan dari warga sekitar.

Tapi pihak manajemen menjelaskan, warga sekitar yang dipekerjakan di hotel itu bahkan mencapai 97 persen.

 “Kalau tidak percaya, ini saya bawa data-data karyawan dan saya akan bacakan di sini, biar sampeyan mengerti. Namun untuk pengembangan ini, kami akui izinnya sudah kami urus dan dalam proses,” kata GM Alfin.

Tapi pihak pendemo tetap  minta manajemen menutup sendiri hotelnya.

Kemudian Alfin menjelaskan, untuk penutupan ini diserahkan ke Satpol PP. Dan jika Satpol PP yang menutup, pihaknya pasrah dan bersedia untuk ditutup.

Tapi kalau dirinya yang disuruh menutup, ia tidak mau. Mendengar penjelasan itu, sebagian pendemo ke luar meninggalkan Front One, untuk menjemput Satpol PP.

Beberapa saat kemudian Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno datang. Selanjutnya mengadakan pertemuan tertutup dengan manajemen hotel dan perwakilan pendemo untuk membahas penutupannya itu.

 Tidak sampai 15 menit, GM Alfin dan Satpol PP, serta perwakilan pendemo ke luar menemui pengunjuk rasa di halamam Hotel Front One. Di hadapan pengunjuk rasa, Yusuf Wibiseno mengatakan, mulai saat ini operasional Hotel Foront One ditutup. Langkah ini disambut gembira pendemo.

 Hanya saja, ketika Yusuf Wibiseno, hendak dimintai konfirmasinya, alasan apa hotel ini ditutup, apakah karena ada pelanggaran atau karena tekanan massa, dia tidak mau berkomentar dan buru-buru masuk mobil meninggalkan halaman hotel.

Penulis: Muchsin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved