Berita Jawa Timur

3 Polres Kerjasama Membekuk Komplotan Pencuri Komputer di Sekolah-sekolah

Tiga Polres di Jawa Timur bekerjasama menangkap lima pelaku pencurian komputer yang beraksi di sekolah-sekolah.

3 Polres Kerjasama Membekuk Komplotan Pencuri Komputer di Sekolah-sekolah
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono menunjukan barang bukti dan tersangka dalam kasus pencurian komputer di sekolah-sekolah. 

SURYA.co.id|MADIUN - Tim gabungan Resmob Polres Madiun, Ponorogo, dan Trenggalek berhasil menangkap lima pelaku pencurian spesialis komputer di sekolah, pada Senin (10/12/2018) sekitar pukul 04.00 WIB.

Para pelaku ditangkap saat melintas di Jembatan Laren tepatnya di Jalan Raya Lamongan-Tuban.

Lima pelaku yang ditangkap adalah Gunawan (44) warga Jember, Khoirul (39) warga Jakarta Utara, Sugianto (53) warga Bojonegoro, Arjudin (29) warga Banten, dan Sarjo (28) warga Bojonegoro.

Dari lima pelaku yang ditangkap, empat di antaranya melakukan pencurian di SMPN 2 Gemarang.

"Kami, tim resmob gabungan dari tiga polres, berhasil mengungkap tindak pencurian dengan pemberatan, dengan TKP di enam daerah. Pertama di Ponorogo, Trenggalek, Madiun, Nganjuk, Jimbang dan Lamongan. Sasaran utama mereka adalah komouter Mini PC di sekolah-sekolah, " kata Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, kepada wartawan, Rabu (12/12/2018) siang.

Ia menuturkan, pada Selasa (9/10/2018) dini hari, empat pelaku, yakni Khoirul, Gunawan, Sugianto dan Sarjo mencuri 22 unit komputer di SMPN 2 Gemarang. Keempat pelaku masuk ke dalam ruang lab komputer dengan cara merusak kunci pintu.

"Kejadian ini pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah, sekitar pukul 06.15 WIB. Ketika bersih-bersih melihat pintu lab komputer rusak, setelah dicek, ternyata komputer di dalam sudah raib," katanya.

Empat pelaku tersebut menggasak 22 komputrer mini PC dan tiga CPU. Atas kejadian itu, pihak sekolah melapor ke Polsek Gemarang untuk dilakukan penyelidikan.

Kelima pelaku saat ini sedang diproses secara hukum di tiga polres, sesuai dengan lokasi pencurian. Satu dari lima pelaku, Khoirul yang diduga menjadi otak dari aksi pencarian komputer ini, diproses secara hukum di Polres Madiun.

Berdasarkan keterangan pelaku, mereka mencuri komputer mini PC karena mudah dijual dan permintaan sangat banyak. Mereka menjual barang curian tersebut ke penadah di pasar loak di Jakarta dengan harga Rp 800 ribu untuk satu unit mini PC.

Halaman
12
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved