Berita Tuban

Dokter di Tuban Beberkan Kandungan Zat di Dalam Enthung yang Marak Dikonsumsi di Tuban

Dokter Umum di Tuban, Bambang Lukmantono, membeberkan kandungan-kandungan apa saja yang ada di dalam enthung. Berbahayakah?

Dokter di Tuban Beberkan Kandungan Zat di Dalam Enthung yang Marak Dikonsumsi di Tuban
surabaya.tribunnews.com/m sudarsono
(Kiri) Penampakan enthung atau kepompong ulat yang dapat diolah menjadi masakan. (kanan) Warga Tuban mengumpulkan enthung di kawasan hutan jati. 

SURYA.co.id | TUBAN - Dokter Umum di Tuban, Bambang Lukmantono, mengomentari maraknya konsumsi enthung atau kepompong ulat yang belakangan viral di media sosial.

Menurut Bambang, Enthung  memiliki kandungan protein yang tinggi yakni 15-20 persen.

Enthung juga berkadar air 70-75 persen, karbohidrat 10-15 persen, lemak jenuh dan tidak jenuh 2-5 persen .

"Untuk kandungan lemak tidak jenuh lebih tinggi dari lemak jenuhnya," Ungkap BL, sapaan akrab dokter Bambang Lukmantono kepada Surya, Selasa (11/12/2018).

Selain zat-zat di atas, zat lain juga ditemukan pada hewan yang tumbuh di sekitar hutan jati itu, zat tersebut adalah mineral dan asam amino mulai 2-5 persen.

Kandungan zat ini akan berubah sesuai dengan cara memasaknya.

"Terkait mineral dan asam amino ini bisa berubah sesuai cara memasaknya. Namun yang diketahui masyarakat adalah Enthung mempunyai protein tinggi," Ungkap dokter yang berpraktik di jalan veteran itu.

Hati-hati, Makan Enthung Bisa Menyebabkan Gatal-gatal. Ini Alasannya

Selain Dimasak, Enthung Juga Laku Dijual. Harganya Lebih Mahal Daripada Harga Ayam

Warga Tuban Ramai-ramai Berburu Enthung Untuk Dimakan. Apa Khasiatnya?

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan, Endah Nurul K menyatakan, karena berprotein tinggi, maka Enthung juga bisa menyebabkan alergi.

Reaksi alergi tiap orang berbeda sesuai dengan ketahanan tubuhnya. Bahkan, udang dan kerang yang biasa dimakan juga bisa menyebabkan alergi.

"Alergi berkaitan dengan daya tahan tubuh, memang protein tinggi bisa mempengaruhi gatal atau alergi," Bebernya

Sekedar diketahui, beberapa hari terakhir ini masyarakat Tuban banyak yang memburu Enthung.

Hewan tersebut selain untuk dimakan sendiri juga bisa dijual karena bernilai ekonomis. Harganya pun terbilang tidak murah, satu kilo gram bisa mencapai Rp 60 ribu.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved