Advertorial

Disperindag Jatim Dorong UMKM Kreatif di Jawa Timur Go Digital

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim terus mendorong lahir dan tumbuhnya ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan era digital.

Disperindag Jatim Dorong UMKM Kreatif di Jawa Timur Go Digital
dinkop_surabaya
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim terus mendorong lahir dan tumbuhnya ekonomi kerakyatan.

Dinas ini mendorong agar pelaku ekonomi kreatif ini terus menembus pasar di era digitalisasi saat ini.

"Sudah ada 621 produk hasil industri kecil menengah (IKM) yang kini tembus di marketplace Bukalapak. Semua lahir dari masyarakat. Tugas kami mendorong dan menumbuhkan pelaku ekonomi kerakyatan ini terus tumbuh," kata Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan, Selasa (11/12/2018).

Salah satu produk ekonomi kreatif itu adalah tampilnya produk Batik Kenongo dan Batik Dewi Saraswati. Keduanya adalah IKM batik yang selama ini difasilitasi oleh UPT Pengembangan Mutu Produk Industri (PMPI) Teknologi Kreatif Malang.

Keduanya mendapat apresiasi luar biasa saat tampil dalam Batik Fashion Festival 2018 yang baru saja digelar di Grand City Surabaya. 

"Batik di Jatim sudah masuk kurikulum di setiap SMK. Baik kurikulum Fashion maupun desain pembuatan batik. Batik ini adalah salah satu produk ekonomi kreatif. Saat ini ada lebih dari seribu corak dan motif batik," kata Drajat.

Disperindag Jatim selama ini terus bertransformasi mengikuti kebutuhan pasar di era digital. Namun yang paling mendapat perhatian serius adalah pengembangan dan mutu produk. Disperindag Jatim memiliki dua UPT yakni, UPT PMPI Malang dan Surabaya.

Namun diakui Kepala Disperindag Drajat bahwa UPT Malang yang meliputi Malang Raya begitu melimpah potensi dan para pelaku ekonomi kreatif di kota ini. Bahyak komunitas ekonomi kreatif berbasis digitalisasi dan para startup makin tumbuh di kota ini.

Kota Malang memiliki keunggulan karena kota wisata yang kini didukung pelaku digitalisasi yang makin banyak. Para anak muda dengan kreativitas mereka mampu memanfaatkan digitalisasi untuk pengembangan produk kreatif mereka.

Menurut Drajat, sebenarnya keberadaan startup itu sudah menyebar di Jatim. Mereka tidak lain adalah pelaku ekonomi kreatif. Para Muda kreatif itu perlu mendapat tempat yang memadai. Para pelaku ekonomi harus mengaktualisasikan dirinya.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved