Persebaya Surabaya

Reaksi Djadjang Nurdjaman Usai David da Silva Gagal Jadi Top Skor di Persebaya Surabaya

Reaksi Djadjang Nurdjaman Usai David da Silva Gagal Jadi Top Skor di Persebaya Surabaya

Reaksi Djadjang Nurdjaman Usai David da Silva Gagal Jadi Top Skor di Persebaya Surabaya
Surabaya.Tribunnews.com/Habibur Rohman
David da Silva dikepung pemain-pemain PSIS Semarang. Reaksi Djadjang Nurdjaman Usai David da Silva Gagal Jadi Top Skor di Persebaya Surabaya 

Laporan Wartawan Surya, Khairul Amin

SURYA.co.id I SURABAYA – David da Silva, straiker Persebaya Surabaya gagal menjadi top skor Liga 1 2018 setelah koleksi 20 golnya disalip oleh Aleksandar Rakic (PS Tira) di pekan terakhir.

Padahal, David sudah memimpin top skor sementara di empat pekan terakhir Liga 1, yaitu setelah straiker asal Brasil tersebut mencatatkan hattrick ke gawang Bali United di laga pekan ke-31. Sayang, tiga laga setelahnya ia gagal menambah pundi-pundi golnya.

Hingga akhirnya disalip oleh Rakic yang di dua laga terakhir, laga pekan ke 33-34 mencetak lima gol, hattrick ke gawang PSMS Medan,di pekan ke-33, dua tambahan gol dicetak ke gawang Borneo FC di pekan ke-34.

Tambahan lima gol menjadikan koleksi gol Rakic menjadi 21 gol dan melampaui koleksi gol David da Silva yang hanya 20 gol.

Gagalnya David da Silva menjadi top skor Liga 1 2018 sangat disayangkan oleh pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman. Terutama setelah di beberapa pekan terakhir David selalu memimpin daftar top skor.

Tentang gagalnya David tersebut, pelatih asal Majalengka tersebut menilai akibat David gagal menambah gol di tiga laga terakhir, termasuk di laga terakhir kala menjamu PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (8/12/2018).

Di laga itu, David banyak mendapat peluang, sayang sejumlah peluang tersebut gagal dikonfersi menjadi gol.

“Sangat disayangkan, padahal kalau saja kemarin (lawan PSIS Semarang), ia bisa cetak gol pasti ga akan kesalip,” tutur Djanur pada Surya.co.id, Senin (10/12/2018)

Djadjang Nurdjaman berharap, kegagalan tersebut menjadi pelajaran dan motivasi bagi David di kompetisi yang akan datang.

“Semoga itu (gagal menjadi top skor) menjadi pelajaran dan motivasi di musim yang akan datang,” tutup mantan pelatih Persib dan PSMS Medan tersebut.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved