Berita Ekonomi Bisnis

GISWAF Diluncurkan Setelah Miliki Program Lanjutan yang Sistematis, Terarah, dan Terukur

Bank Indonesia (BI) bersama Badan Wakaf Indonesia, meluncurkan Gerakan Indonesia Sadar Wakaf (GISWAF) di Surabaya, Senin (10/11/2018).

GISWAF Diluncurkan Setelah Miliki Program Lanjutan yang Sistematis, Terarah, dan Terukur
surya.co.id/sri handi lestari
Kepala BI Kantor Perwakilan Jawa Timur, Diri Ahmad Johansyah saat launching GISWAF di Masjid Al Akbar Surabaya, Senin (10/12/2018), sebagai rangkaian dari kegiatan ISEF 2018. 

SURYA.co.id | SURABAYA  - Sehari sebelum Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 digelar, Universitas Darusallam (Unida) Gontor, Bank Indonesia (BI) bersama Badan Wakaf Indonesia, meluncurkan Gerakan Indonesia Sadar Wakaf (GISWAF), Senin (10/11/2018).

Peluncuran ini digelar di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dan merupakan program edukasi wakaf yang diprakarsai oleh ketiga lembaga tersebut.

Program ini berupa roadshow atau safari nasional tiga bulan sekali ke masing-masing provinsi di Indonesia dengan menggandeng elemen lembaga terkait.

"GISWAF telah memiliki program lanjutan yang sistematis, terarah dan terukur. Harapannya, program ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendalam kepada masyarakat terkait wakaf,” jelas KH Syamsul Hadi Abdan, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.

GISWAF lahir dari semangat untuk memanfaatkan potensi ekonomi umat Islam di Indonesia yang besar.

“Kami ingin mengubah mindset masyarakat bahwa wakaf tidak hanya sekadar tanah atau masjid, namun juga bisa wakaf uang. Wakaf uang ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemberdayaan sosial masyarakat yang diambilkan dari pengembangan wakaf,” tambah Hamid Fahmi Zarkasyi, Wakil Rektor 1 UNIDA Gontor.

Hal tersebut diamini pula oleh Faisal Haq, Ketua Badan Wakaf Indonesia Provinsi Jawa Timur. Wakaf pertama kali dalam Islam adalah wakaf uang yang saat itu langsung dapat dimanafaatkan untuk pembangunan masjid.

"Pada masa sekarang, kami berharap dapat mendorong jumlah wakaf uang ini,” tambahnya.

Dengan wakaf uang, pihaknya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa wakaf itu mudah.

"Cukup dengan seribu rupiah, masyarakat kini sudah bisa berwakaf. Perbankan kini juga telah memiliki berbagai program ataupun aplikasi yang memudahkan umat untuk berwakaf,” jelas Difi A Johansyah, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved