Berita Blitar

Berharap Ikan Banyak, Jaring Ikan Warga Kabupaten Blitar Ini Malah 'Menjaring' Mayat. Ternyata . . .

Choirul (23), lajang asal Dusun Sanan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, langsung ketakutan saat sedang menjaring ikan

Berharap Ikan Banyak, Jaring Ikan Warga Kabupaten Blitar Ini Malah 'Menjaring' Mayat. Ternyata . . .
surya/imam taufiq
Warga Kesamben Kabupaten Blitar saat mengevakuasi mayat korban, kakek Wagiman 

SURYA.co.id | BLITAR - Choirul (23), lajang asal Dusun Sanan, Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, langsung ketakutan saat sedang menjaring ikan. Dikira jaringannya dapat tangkapan ikan banyak, namun yang tersangkut justru mayat seseorang.

Choirul langsung berteriak meminta tolong dan mengatakan ada mayat. Seketika itu, warga keluar rumah dan mendatangi jaring milik Choirul yang ada di tepi Sungai Brantas.

Setelah diangkat, ternyata itu mayat tetangganya, kakek Wagiman (80). Wagiman diketahui hilang sejak Minggu (9/12/2018) sore kemarin, sesaat setelah pamitan mandi di Sungai Brantas, yang ada di belakang rumahnya.

"Korban (kakek Wagiman) dipastikan hanyut di sungai karena ditemukan bajunya, tergeletak di atas batu yang ada di atas sungai," tutur AKP Lahuri, Kapolsek Kesamben, Senin (10/12/2018).

Menurut Lahuri, penemuan mayat Wagiman itu berawal dari Choirul mencari ikan di Sungai Brantas, yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya.

Karena airnya dalam, ia mencari ikan dengan memasang jaringnya. Itu dipasang Minggu (9/12) siang atau pukul 11.00 WIB, dan baru diambil beberapa jam kemudian atau pukul 16.00 WIB.

Bersamaan Choirul memasang jaringnya itu, korban tenggelam dan warga mencarinya.

Setelah dicari di sepanjang aliran sungai dan tak ditemukan, warga membubarkan diri.

Tepat pukul 16.00 WIB, Choirul mendatangi jaringnya, dengan tujuan untuk mengecek ikan tangkapannya.

Namun, tak disangka, saat jaringnnya diangkat dan terasa berat, ternyata tersangkat mayat korban.

"Karena airnya dalam, warga mencari cara bagaimana bisa mengangkat mayat korban dari sungai. Akhirnya, itu dilakukan dengan cara ditarik tali, untuk ditepikan kemudian baru diangkat ramai-ramai," papar Lahuri.

Dugaannya, korban terpeleset saat mandi di sungai, yang ada di belakang rumahnya. Karena tak ada yang mengetahui, sehingga korban tak tertolong.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved