Sosok

Jatuh Bangun Dian Tri Wibawani Memulai Bisnis Dekorasi yang Dirintis Sejak SMA, Kini Berbuah Manis

Dian Tri Wibawani (22) meraih kesuksesan dengan membuka bisnis dekorasi dan pembuatan buket bunga.

Jatuh Bangun Dian Tri Wibawani Memulai Bisnis Dekorasi yang Dirintis Sejak SMA, Kini Berbuah Manis
SURYA.co.id/Danendra Kusumawardhana
Jatuh Bangun Dian Tri Wibawani Memulai Bisnis Dekorasi yang Dirintis Sejak SMA Kini Berbuah Manis 

SURYA.co.id l MOJOKERTO - Dian Tri Wibawani (22) meraih kesuksesan dengan membuka bisnis dekorasi dan pembuatan buket bunga.

Dia membuka bisnis ini pada 2014 saat duduk di bangku SMA. Ilmu merangkai bunga didapatkanya secara otodidak.

Awal mula membangun bisnis dekorasi bukanlah hal yang mudah bagi Dian Tri Wibawani. Dagangannya pernah tak laku.

Spanduk #JKWBersamaPKI Bertebaran, Respons KH Maruf Amin : Muncul Lagi Muncul Lagi

Rocky Gerung Sering Berapi-api Memaki, Giliran Dibalas Netizen, Ternyata Jawabannya Tak Disangka

Kontroversi Rocky Gerung Dibalas Umpatan Netizen, Sempat Ucap Reuni 212 Momentum Reuni Akal Sehat

"Kalau bisnis bunga tantangan terbesarnya adalah layu. Jika bunga sudah layu tentunya tak akan laku dijual," katanya Sabtu (8/12).

Namun, Dian Tri Wibawani tak menyerah begitu saja. Dia memutar otak agar bisnis dekorasi nya bisa terus berjalan.

Percobaan kedua, dia menjual bunga dengan harga yang lebih murah dari lawan bisnisnya. Selain itu, setiap bulannya dia akan memberikan diskon setengah harga.

"Akhirnya saya menjual paketan Rp 10.000 dapat tiga buket bunga. Lalu setiap bulannya saya juga mengadakan diskon. Dagangan saya pun mulai laku," terang Dian Tri Wibawani.

Apakah Bahar bin Smith Radikal? Ustadz Abdul Somad : Khalayak Harus Cermat soal Kasus yang Ramai Itu

5 Tips Menjaga Kesehatan Kulit Selama Musim Hujan

PWNU Jatim : Kami Tak Berpolitik, Tapi Puas jika Orang NU Dapat Jabatan Strategis

Kemudian wanita kelahiran Mojokerto, 16 November 1996 ini melebarkan bisnisnya. Dia memanfaatkan media sosial untuk memasarkan dagangannya.

"Saat ini pelanggan saya didominasi warga Mojokerto," ucapnya.

Meski pelanggan didominasi warga Mojokerto, kini mahasiswa Ilmu Administrasi Universitas Negeri Malang ini dapat meraup keuntungan perbulan Rp 8.000.000.

Setiap bulannya dia menghabiskan 5.000 tangkai bunga mawar untuk mendekor kuade pernikahan serta ratusan buket.

"Alhamdulillah, sekarang saya bisa lebih mandiri. Saya sudah bisa membiayai kuliah sendiri. Saya juga sering mengajak para remaja yang tinggal disekitaran rumah untuk membantu produksi. Mereka bisa mendapatkan tambahan uang jajan," pungkasnya seraya tertawa.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved