Pameran Batik di Grand City Surabaya

Tiga Dosen Universitas Ciputra Bagi Pengalaman Padupan Batik dan Aksesoris, berikut Tipsnya

Tiga dosen Universitas Ciputra membagi pengalaman padupan batik dan aksesoris di Grand City Surabaya, Jumat (7/12/2018).

Tiga Dosen Universitas Ciputra Bagi Pengalaman Padupan Batik dan Aksesoris, berikut Tipsnya
surya.co.id/habiburrohman
DUNIA BATIK - Suasana hari pertama pameran "Batik 3rd Fashion Fair 2018 di Grand City Surabaya, Rabu (5/12/2018). Pameran ini juga dimarakkan dengan berbagai pendukung penampilan batik maupun fashion, di antaranya konsultasi desain & menjahit, kesehatan & kecantikan, serta perhiasan & aksesoris. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tiga dosen Universitas Ciputra membagi pengalaman padupan batik dan aksesoris di Grand City Surabaya, Jumat (7/12/2018).

Keindahan batik terletak pada motif serta warnanya yang penuh makna, sekaligus mempercantik pemakainya.

Namun, masih banyak perempuan yang bingung ketika harus memadupadankan batik dengan aksesoris yang mereka punya.

Trio dosen Fashion Design and Business Universitas Ciputra Surabaya, Olivia Gondo Putranto, Yoanita Tahalele, dan Rahayu Budhi Handayani, bersatu untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Dalam bincang-bincang 'Mix and Match Batik dan Aksesoris' di Batik Fashion Fair, Grand City Convention and Exhibition, Surabaya mereka mengungkap rahasia memadupadankan batik dengan aksesoris, Jumat (7/12/2018).

"Yang kami bahas adalah bagaimana caranya agar aksesoris itu bisa sebagai penunjang batik. Kebanyakan kan masih bingung kalau batiknya sudah ramai, aksesorisnya harus bagaimana," tutur Rahayu, Jumat (7/12/2018).

Bila motif batik sudah sangat dominan, Rahayu menyarankan untuk mengenakan aksesoris polos, satu di antaranya bisa berasal dari material kayu.

Kemudian, aksesoris juga sebaiknya tidak terlalu banyak, misalnya cukup mengenakan anting-anting statement dengan warna netral.

Olivia pun mengiyakan perkataan Rahayu, sambil menambahkan pentingnya pemilihan aksesoris agar penampilan tidak norak.

"Kecuali atasannya polos, bawahannya batik, itu masih oke mengenakan aksesoris yang ramai," sahutnya.

Sedangkan Yoanita mengatakan, alih-alih mengenakan baju batik, bisa diganti dengan memainkan aksesoris bernuansa batik.

"Misalnya aksesorisnya yang batik, tapi bajunya yang polos, itu juga bagus, seperti yang saya kenakan ini, ini kan saya pakai scarf yang dijadikan bolero," jelasnya.

Aksesoris yang cocok dikenakan bersama batik menurut ketiganya adalah kalung dan anting-anting, utamanya yang bergaya etnik dari kayu atau batu.

"Anting-anting tassel juga cocok, atau bahan leather, itu masih cocok. Sebenarnya kalau berwarna tidak masalah, tapi yang masalah itu jangan bermotif. Warna pun harus sesuai batik, misalnya warna tanah. Maksimal warna marun, kalau lebih cerah lagi tidak bisa," ujar Olivia.

Penulis: Delya Octovie
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved