Berita Surabaya

SPIL Dukung Pengungkapan Kayu Merbau Diduga Ilegal dari Sorong Papua

SPIL tidak memiliki otoritas untuk menentukan keabsahan suatu barang dan hanya bertindak sebagai pembawa muatan

SPIL Dukung Pengungkapan Kayu Merbau Diduga Ilegal dari Sorong Papua
istimewa
Direktur Jenderal Penegakkan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani saat berada di depo SPIL, terkait temuan muatan kayu ilegal. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan jasa pelayaran, PT Salam Pasific Indonesia Lines (SPIL), memastikan bahwa perusahaan telah menjalankan prosedur dan aturan yang berlaku terkait masuknya muatan barang yang diduga merupakan kayu illegal logging dari Pelabuhan Sorong, Papua ke depo SPIL di Surabaya.

Sebagai perusahaan pelayaran, kapal SPIL tidak memiliki otoritas untuk menentukan keabsahan suatu barang dan hanya bertindak sebagai pembawa muatan.

"Kami sungguh kaget bahwa muatan yang dibawa oleh salah satu kapal kami ternyata dianggap tidak memiliki dokumen yang sah. Karena sejak barang masuk ke kapal, petugas SPIL telah menjalankan bisnis proses sesuai standar operating prosedur (SOP) yang berlaku bagi setiap kapal SPIL di setiap pelabuhan," kata Dominikus Putranda, Corporate Affairs PT SPIL dalam keterangan resmi, Jumat (7/12/2018).

Sebelumnya, Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan (DirPPH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyita 40 kontainer kayu merbau yang diduga ilegal karena tidak dilengkapi dengan dokumen resmi.

Ada 34 kontainer disita di dalam depo SPIL Jalan Teluk Bayur, Perak Utara. Sementara enam lainnya sudah dikirim ke dua perusahaan yaitu CV MAR di Pasuruan dan CV SUAI di Gresik.

Terkait kontainer berisi kayu yang diduga ilegal tersebut, Donny menyatakan sebelum barang masuk ke kapal petugas SPIL telah menerima surat-surat yang dianggap lengkap.

Surat tersebut, lanjut Donny, juga mencantumkan otorisasi dari lembaga yang berwenang.

"Sebagai pemilik kapal, SPIL tidak dalam posisi untuk menentukan keabsahan dokumen barang-barang yang akan masuk ke kapal," sambungnya.

Menurut Donny, saat ini perusahaan sedang melakukan investigasi internal untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai masalah ini.

Terutama berkaitan dengan bisnis proses dan pelaksanaan SOP.

Halaman
123
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved