Jadwal Liga 1 Persebaya Vs PSIS Semarang

Persebaya vs PSIS Semarang: Bakal Dibanjiri Bonek, Djanur Minta Pemain Tak Sia-siakan Laga Kandang

Laga Persebaya vs PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (8/12/2018), bakal dibanjiri bonekmania.

Persebaya vs PSIS Semarang: Bakal Dibanjiri Bonek, Djanur Minta Pemain Tak Sia-siakan Laga Kandang
SURYAOnline/Habibur Rohman
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman mengawasi anak asuhnya berlatih di Stadion Jenggolo Sidorjo, Kamis (6/12/2018). Laga Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang bakal dibanjiri Bonekmania. 

SURYA.co.id I SURABAYA – Laga Persebaya vs PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (8/12/2018), bakal dibanjiri bonekmania. Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman minta pemain tidak menyia-nyiakan kesempatan laga kandang tersebut.

Ditambahkan pelatih asal Majalengka tersebut, di laga nanti Persebaya sedikit diuntungkan, utamanya karena akan bermain di depan pendukung sendiri.

 “Kebetulan bermain di kandang, itu momen yang sangat bagus, dan menurut informasinya akan dihadiri oleh Bonek yang luar biasa, katanya tiket sudah sold out, artinya situasinya tidak akan jauh beda seperti saat kita lawan Persija. Ini adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan oleh pemain,” ucap Djanur.

Terlebih, dengan tambahan tiga poin, dimana Persebaya saat ini berada di posisi enam sementara dengan raihan 47 poin, dipastikan tetap finish di enam besar, atau mungkin bisa saja lima atau empat besar dengan catatan dua tim diatasnya, Borneo FC dan Bhayangkara FC menelan kekalahan.

 “Seperti yang disampaikan oleh managemen kemarin, ini rangkaian terakhir dan ingin membuktikan bahwa kita bisa melaju terus sampai di papan atas. kami tidak ingin mengecewakan suporter atau Bonek yang datang ke stadion, kami ingin berikan yang maksimal dan mencoba berjuang maksimal dan mendapat tiga poin,” tutup Djanur.

Selain itu Persebaya Surabaya dan PSIS Semarang dua tim ini miliki cerita sama, sempat terseok-seok di pertengahan kompetisi. Bahkan untuk PSIS Semarang sempat menyentuh zona degradasi. Hingga keduanya harus berganti kepelatihan.

PSIS Semarang menghadirkan Jafri Sastra menggantikan Vincenzon Annese. Sementara Persebaya mendatangkan Djadjang Nurdjaman usai tangani PSMS Medan awal untuk menggantikan peran Angel Alfredo Vera.

Hadirnya dua pelatih anyar di dua tim sama-sama memberikan angin segar. PSIS Semarang keluar dari jurang zona degrdasai, begitu juga dengan Persebaya melesat hingga papan atas.

Sehingga bisa dibilang, laga ini menjadi ajang pembuktian dua pelatih dari dua tim promosi untuk menjadi yang terbaik.

“Saya tidak ingin membicarakan tentang persaingan saya dengan Jafri (Sastra), kami sama-sama pelatih pengganti, saya pikir bukan ajang pembuktian, biar timnya sendiri yang membuktikan. Bukan soal pelatihnya saya pikir, jadi mana yang lebih baik, Persebayakah atau PSIS Semarang,” terang terang Djanur saat jumpa pers di Surabaya, Jumat (7/12/2018).

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved