Berita Pamekasan

Tahun Politik, Wartawan Diminta Jadi Pendingin Suasana

Di tahun politik ini, wartawan diharapkan betul-betul bisa menjadi pendingin suasana yang mudah memanas.

Tahun Politik, Wartawan Diminta Jadi Pendingin Suasana
surabaya.tribunnews.com/muchsin
Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (kanan), menyerahkan cendera mata, kepada Wakil Ketua PWI Jatim, H Mahmud, saat pelantikan pengurus PWI Pamekasan, Kamis (6/12/2018). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Di tahun politik ini, wartawan diharapkan betul-betul menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan kode etik jurnalistik (KEJ) dan jangan sampai menjadi aktor politik. Sebab jika sampai ini terjadi pada wartawan, maka hasilnya tidak netral lagi.

Ini diungkapkan Wakil Ketua PWI Jatim, H Mahmud, seusai melantik kepengurusan PWI Pamekasan, periode 2018 -2021 di sebuah hotel di Jl Raya Sumenep, Pamekasan, Kamis (6/12/2018).

Mahmud mengatakan, wartawan hendaknya mendinginkan suasana. Jika tidak bisa, tidak boleh larut dalam situasi yang berhadap-hadapan. Karena sekali berpihak, maka wartawan akan terjebak dan sulit ke luar dari kondisi itu. “Dunia politik ini dunia yang tidak bisa ditebak. Ke mana arah anginnya juga tidak bisa diprediksi,” ungkap Mahmud.

Dikatakan, di era keberlimpahan informasi ini yang setiap detik muncul jumlahnya bisa jutaan infomasi, hampir tidak bisa memilih mana informasi yang benar dan dan tidak. Ini sulit untuk dibedakan. Sehingga fungsi dan tugas pers memverifikasi dan konfirmasi untuk memperoleh kebenaran informasi itu.

Sebab, antara media massa dengan media sosial beda jauh. Jika media sosial boleh tidak benar, karena undang-undangnya berbeda yakni Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sedang media massa Undang-Undang 40 tahun 1999, wajib hukumnya konfirmasi, klarifikasi dan faktuliasasi, sehingga tidak semua informasi itu jadi berita.

“Nah, apa bedanya informasi dan berita. Kalau informasi itu pembicaraan di warung kopi itu banyak kita dapatkan. Namun kalau sudah menjadi sebuah berita tersiarkan di media massa, maka harus melalui proses tahapan, seperti konfirmasi dan klarifikasi, sehingga terjamin kebenarannya,” ujar Mahmud, yang didampingi Wakil Ketua PWI Jatim, Lutfi Hakim.

Sedang Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, yang hadir dalam pelantikan itu meminta wartawan dalam menyampaikan informasi berita yang cerdas dan bergizi, sehat serta mendidik. Bukan hanya sekadar informasi.

“Kami mengharap agar wartawan dalam menggali informasi dari sumber aslinya. Bukan hanya untuk mendapatkan informasi yang benar, tapi juga yang sehat. Jangan sampai menyampaikan berita yang mengarah fitnah. Apalagi masyarakat yang semula ragu-ragu dengan beredarnya informasi, ketika informasi itu dituangkan dalam berita, maka masyarakat menjadi yakin. Padahal informasi itu tidak benar,” ungkap Badrut Tamam.

Saat Ortu Tahlilan, Balita dan Pelajar SD di Jabon Sidoarjo Tewas Kesetrum Pagar Berlistrik

Penulis: Muchsin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved