Berita Surabaya

Seluruh Rumah Sakit Diwajibkan Pasang Papan Pemberitahuan Ketersediaan Kamar Inap

Seluruh Rumah Sakit di Surabaya diwajibkan memasang papan pemberitahuan ketersediaan kamar inap.

Seluruh Rumah Sakit Diwajibkan Pasang Papan Pemberitahuan Ketersediaan Kamar Inap
surya/galih lintartika
ilustrasi Rumah Sakit 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seluruh Rumah Sakit di Surabaya diwajibkan memasang papan pemberitahuan ketersediaan kamar inap. Hal ini dilakukan karena ada kecenderungan RS tidak terbuka dalam memberikan informasi tersebut dengan alasan komersial. 

"Ada kecenderungan RS tidak terbuka akan kamar inap untuk tujuan komersial. Mereka lebih senang jika pasien BPJS naik kelas karena keuntungannya lebih banyak," kata Ketua BPJS Watch Jatim Arief Supriyono, Kamis (6/12/2018).

Arief menyampaikan bahwa banyak RS di Surabaya tidak mau terbuka dangan ketersediaan sisa kamar inap

Meski masih ada sisa kamar, akan cenderung disampaikan bahwa kamar telah penuh.  

Arief sendiri menemukan kecenderungan itu mengingat banyak pasien yang tidak tertangani saat mereka perlu rawat inap. Setelah dicek ternyata masih ada kamar inap.

Mereka tidak mau terbuka akan ketersediaan kamar inap itu karena RS lebih suka mengarahkan pasien BPJS naik kelas. Marjin keuntungannya lebih banyak ketimbang sejak awal tetap berada di kelas dua.

"Dengan begitu akhirnya pasien yang dirugikan. Ada yang sampai ditolak karena diberi tahu kamar penuh. Jangan sampai ada lagi penolakan seperti ini," kata Arief.

Pengawasan akan layanan kesehatan tersebut sebenarnya menjadi tugas dari Dinas Kesehatan.

"Dinkes harus tegas. Juga setiap hari mengecek kondisi RS. Seharusnya ada sanksi yang terbukti menyembunyikan kamar inap. Misalnya dilarang menerima pasien selama waktu lama," tandas Arief.

 Saat ini total ada 48 RS di Kota Surabaya yang masuk dalam layanan BPJS. Dari jumlah itu baru beberapa yang rutin memasang board update ketersediaan kamar. Namun khusus untuk RS Pemerintah masih belum.

Belum terbukanya setiap RS akan sisa kamar inap itu mengemuka saat BPJS Kesehatan Cabang Surabaya menggelar diskusi. Hadir dalam diskusi itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, Herman Dinata Mihardja dan pegawainya.

Chohari, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Surabaya mengakui bahwa bahyak RS yang enggan memajang sisa kamar.

"Kami pernah punya aplikasi khusus untuk mengecek ketersediaan kamar itu," kata Chohari.

Namun sampai saat ini baru 12 RS yang mau menggunakan aplikasi tersebut. Calon pasien sebenarnya bisa mengecek sendiri ketersediaan kamar jika RS yang bersangkutan telah memanfaatkan aplikasi itu untuk layanan masyarakat. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved