Sosok

Potret Nina Farah Adela, Kejar Ilmu dan Prestasi

Nina Farah Adela ini telah banyak menorehkan catatan prestasi selama dirinya menempuh studi.

Potret Nina Farah Adela, Kejar Ilmu dan Prestasi
surya/sulvi sofiana
Potret Nina Farah Adela 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aktif dalam perkuliahan telah membawa Nina Farah Adela menjadi salah satu daftar wisudawan yang menyandang gelar sebagai wisudawan berprestasi pada wisuda bulan ini.

Alumnus S1 Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) ini telah banyak menorehkan catatan prestasi selama dirinya menempuh studi.

Di antaranya ialah, menjadi Juara 1 National Moot Court Competition Piala Mutiara Djokosoetono IX di FH Universitas Indonesia pada Desember 2016.

"Pada acara yang sama, saya juga meraih tiga penghargaan terbaik sekaligus. Yaitu sebagai majelis hakim terbaik, penuntut umum terbaik, dan penasehat hukum terbaik," kenangnya.

Kompetisi peradilan semu itu diikuti oleh beberapa tim yang beranggotakan 20 orang dari masing-masing universitas di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, pada April 2016, Nina juga meraih juara 3 Story Telling dalam acara The 20th ALSA National English Competition di FH Universitas Indonesia.

Disamping perkuliahan, Nina juga mengikuti beberapa kegiatan aktif di kampus. Di antaranya, anggota Divisi Moot Court dan anggota Divisi Eksternal dalam Komunitas Peradilan Semu (KPS FH UNAIR), Vice Head Officer of Information, Communication and Technology International Law Students Associaton (ILSA FH UNAIR), dan anggota Divisi Gunung Pecinta Alam Tanda Kehormatan (PATAKA FH UNAIR).

“Di luar kegiatan dalam kampus, saya menghadiri beberapa seminar atau konferensi internasional. Pada Juni 2015, saya berkesempatan untuk menjadi salah satu delegasi indonesia dalam acara Japan University English Model United Nations Conference di Kindai University, Osaka, Jepang,” urai gadis asal Sidoarjo tersebut.

Pada Januari hingga Februari 2018, Nina dan beberapa rekannya mengikuti kegiatan magang di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Direktorat Jenderal Hak Asasi Manusia.

"Setelah ini saya berencana mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), melanjutkan pendidikan jenjang S2 Magister Hukum dengan konsentrasi international law, dan bekerja pada kantor hukum," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved