Pembangunan Infrastruktur Dorong Peningkatan Kinerja GDST

kebijakan pemerintah menggeber pembangunan yang infrastruktur dan konstruksi menjadi pendorong bagi pabrik baja PT Gunawan Dianjaya Steel

Pembangunan Infrastruktur Dorong Peningkatan Kinerja GDST
surabaya.tribunnews.com/sugiharto
Seorang pekerja memotong baja di Pabrik Baja milik PT. Gunawan Dianjaya Steel Tbk, Kamis (6/12/2018). 

SURABAYA, SURYA - Kebijakan pemerintah menggeber pembangunan yang infrastruktur dan konstruksi menjadi pendorong bagi pabrik baja PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) untuk meningkatkan kinerjanya di tahun 2018 ini. Perusahaan yang melantai di bursa efek dengan kode GDST tersebut, menyampaikan BAHWA target penjualan hingga akhir tahun 2018 sudah tercapai.

"Target penjualan kami hingga akhir tahun 2018 adalah Rp 1,228 triliun. Sampai November sudah mencapai Rp 1,27 triliun," jelas Hadi Sutjipto, Direktur PT GDST dalam kegiatan public expose di pabrik kawasan Margomulyo, Surabaya, Kamis (6/12/2018).

Hadi mengakui, pasar dalam negeri atau domestik memberi kontribusi yang besar terkait peningkatan penjualan baja dari GDST. Salah satunya baja bahan baku jembatan Holtekamp di Papua.

"Selain itu pembangunan infrastruktur lainnya di berbagai daerah yang sedang digalakkan pemerintah," tambah Hadi.

Capaian penjualan GDST hingga 30 September 2018 mencapai Rp 990 miliar. Dari nilai itu, sekitar 96,3 persen adalah pasar domestik atau lokal dengan nilai mencapai Rp 951 miliar.

Sementara sisanya untuk pasar ekspor mencapai 3,7 persen dengan nilai Rp 36,5 miliar.

"Dibandingkan tahun 2017 akhir, sudah mengalami pertumbuhan 3,7 persen. Dengan pasar ekspor di Singapura, Malaysia dan yang baru adalah di Italia," jelas Hadi.

Di tahun 2019, GDST memproyeksikan pertumbuhan penjualan naik menjadi Rp 1,9 triliun dengan prediksi peningkatan permintaan pasar tumbuh 7 hingga 8 persen.

Prediksi tersebut masih terkait dengan pasar domestik yang akan tetap dominan dan tujuan pasar ekspor baru yang lebih agresif di Eropa. "Karena kami sudah tidak bisa melakukan ekspor ke Timur Tengah. Meski Eropa masih dalam proses kebangkitan ekonomi setelah resesi beberapa tahun yang lalu, mereka sangat potensial untuk "bangun" dari keterpurukan dengan banyak pembangunan," ungkap Hadi.

Langkah bisnis lainnya, Saiful Fuad, Direktur GDST menambahkan, pihaknya di tahun depan akan kembali melakukan pembangunan pabrik GDS II.

"Yaitu pembangunan plate Mill nomor 2 yang diperkirakan selesai pada semester akhir tahun 2020. Sebelumnya kami rencanakan selesai semester II 2019 namun sedikit kami tahan untuk menyesuaikan dengan kemampuan dana internal Perseroan dan mempertimbangkan kondisi pasar," jelas Saiful.

Untuk pembangunan GDS II, perseroan membutuhkan dana belanja modal (Capex) senilai 80 juta dolar Amerika Serikat (AS). Di tahun 2018 ini sudah terpakai sekitar 65 persen.

"Dan untuk kelanjutannya di tahun 2019, kami perlu dana Rp 115 miliar," tandas Saiful.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved