Berita Surabaya

Minum Teh Tak Baik untuk Anak-Anak? Ini Penjelasannya Menurut Dokter Spesialis Anak RSUD Dr Soetomo

"Kandungan katekin dalam teh ini dapat menghambat proses penyerapan zat besi dalam darah, terutama pada anak-anak," kata Nur Aisyah

Minum Teh Tak Baik untuk Anak-Anak? Ini Penjelasannya Menurut Dokter Spesialis Anak RSUD Dr Soetomo
pixabay
Ilustrasi minum teh 

Laporan wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu Nurchayanti

SURYA.co.id | SURABAYA - Anak-anak sebaiknya tidak dianjurkan meminum teh. Menurut dokter spesialis anak konsultan, dr Nur Aisyah Widjaja, SpAK, teh tidak baik untuk anak karena menghambat proses penyerapan zat besi.

Dalam teh, Nur Aisyah, terdapat kandungan bernama katekin.

"Kandungan katekin dalam teh ini dapat menghambat proses penyerapan zat besi dalam darah, terutama pada anak-anak," kata Nur Aisyah yang berpraktek di RSUD Dr Soetomo Surabaya ini.

Lantas, apa dampaknya untuk anak?

"Kondisi paling buruk bisa menyebabkan anemi defisiensi besi atau kekurangan zat besi dalam darah," jelas Nur Aisyah.

Padahal, jelasnya, zat besi dalam darah berfungsi untuk memberi warna merah pada darah.

Untuk usia ideal anak-anak meminum teh, Nur Aisyah Widjaja menyarankan usia di atas 5 tahun.

Lebih aman lagi 12 tahun.

"Itu pun harus dibatasi. Jangan minum teh terus. Idealnya 200 cc per hari," ujarnya.

Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved