Berita Lamongan

Hama Tikus Merajalela, Ini yang Dilakukan DTPH Lamongan

DTPH Lamongan menyiapkan sebanyak 50-80 kardus racun tikus dan akan diberikan apabila kelompok tani yang membutuhkan

Hama Tikus Merajalela, Ini yang Dilakukan DTPH Lamongan
surya/hanif manshuri
Gropyokan memburu tikus, intens dilakukan warga di Lamongan 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Populasi tikus di wilayah Lamongan semakin banyak. Bahhkan, banyak tikus yang mati di jalanan terlindas kendaraan. Tidak hanya di kota, di jalan desa juga banyak bangkai tikus tergeletak yang membuat pemandangan jadi menjijikkan.

Tikus-tikus berani keluar di jalanan desa dan perkampungan karena tidak ada makan padi yang biasa di mangsanya lantaran belum banyak petani yang tanam padi akibat kemarau panjang.

Menanggapi berkembang biaknya populasi tikus yang tidak terkendali ini, Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura (DTPH) Kabupaten Lamongan hanya bisa mengimbau petani untuk tidak membunuh atau mengusir hewan pemangsa tikus.

Menurut Sekretaris DTPH Lamongan, Rudjito, imbauan tersebut dimaksudkan agar pertumbuhan populasi tikus dapat ditekan oleh keberadaan predator.

"Kami berharap petani tetap memerangi tikus. Tetap harus berjalan dengan baik dengan swadaya atau melalui kelompok tani, termasuk dengan dengan cara habitat alam. Misalnya tidak memburu satwa pemangsa tikus," kata Rudjito, Kamis (6/12/2018).

Selain dengan menjaga keberadaan predator, kata Rudjito, gerakan gerebek tikus juga harus tetap dilakukan secara konsisten, sebab cara ini dinilai efektif untuk memberantas hama tikus.

"Intinya kebersamaan petani dalam melawan hama tikus merupakan hal penting," ujarnya.

Saat ini, pihaknya juga mengajukan bantuan racun tikus ke pihak Provinsi Jawa Timur.

Secara keseluruhan, DTPH Lamongan menyiapkan sebanyak 50-80 kardus racun tikus dan akan diberikan apabila kelompok tani yang membutuhkan.

Jika kurang, pihaknya akan minta tambah lagi bantuan racun untuk membasmi hama tikus di lahan persawahan milik kelompok tani tersebut.

"Jangan sampai ada lagi serangan hama tikus seperti yang terjadi di sejumlah wilayah di Lamongan seperti pada musim lalu," ucapnya.

Seperti diketahui pada musim lalu, tanaman padi milik petani di sejumlah kecamatan di Lamongan mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus, di antaranya Kecamatan Pucuk, Sarirejo, Tikung, Kembangbahu dan Babat.

Selain menyerang tanaman padi, hama tikus juga menyerang tanaman jagung seluas 170 hektare yang tersebar di 6 kecamatan, yakni di wilayah Kecamatan Ngimbang, Sugio, Lamongan, Pucuk, Sukodadi dan Kecamatan Kedungpring.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved