Berita Surabaya

Canangkan Zona Integritas, Ini Upaya Polres Pelabuhan Tanjung Perak Raih Predikat WBK

Polres Tanjung Perak menjadi satu dari 27 polres yang telah diajukan Polda Jawa Timur.

Canangkan Zona Integritas, Ini Upaya Polres Pelabuhan Tanjung Perak Raih Predikat WBK
tribun jatim/nurika anisa
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya canangkan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menjadi Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berupaya meningkatkan pelayanan publik dan berbenah diri sebagai komitmen menuju Pembangunan Zona Integritas (ZI) menjadi Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan Polres Tanjung Perak menjadi satu dari 27 polres yang telah diajukan Polda Jawa Timur.

Pihaknya optimistis akan meraih predikat tersebut tahun depan.

"Sekitar 2016, kami juga pernah diajukan, tapi belum berhasil mendapatkan predikat itu. Tahun depan kami yakin bisa meraih itu," kata Antonius Agus Rahmanto di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (5/12/2018).

Pihaknya telah melakukan beberapa upaya untuk pembangunan zona integritas tersebut.

Dikatakan Agus, di antaranya perbaikan pada pelayanan publik, sarana, prasarana dan mindset pola kerja anggota, serta kenyamanan masyarakat mengurus SKCK dan perbaikan layak tempat tahanan.

Selain itu, beberapa program 'Perak Bisa' sebagai kegiatan yang melibatkan masyarakat langsung sebagi upaya kedekatan polisi dan masyarakat.

"Kami juga bertahap memperbaiki ruangan kami, tempat yang layak untuk tahanan, ruangan untuk menyusui atau bermain anak. Jadi para pemohon SKCK atau kepentingan lainnya bisa nyaman. Kami juga turun ke masyarakat agar tahu masalah mereka. Ya kami ingin jadi saudara yang baik," papar dia.

Selain itu, pihaknya meminta masyarakat untuk turut mewaspadai dan melaporkan apabila terdapat pelanggaran yang dilakukan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Dengan itu bentuk pelanggaran yang dilakukan anggotanya akan diberlakukan hukuman (punishment).

"Kalau menjalankan sesuai aturan maka tentu ada penghargaannya. Sebaliknya kalau menyimpang atau menyalahi dan tidak menjalankan apa yang telah diatur maka ada punishment-nya,” pungkasnya. (Nurika Anisa)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved