Berita Surabaya

Antisipasi Paham Radikal, Unesa Siap Deklarasi sebagai Pusat Pendidikan Pancasila

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berkomitmen terus menyiapkan langkah preventif mengantisipasi paham radikal tumbuh di Indonesia.

Antisipasi Paham Radikal, Unesa Siap Deklarasi sebagai Pusat Pendidikan Pancasila
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Rektor Unesa, Nurhasan (keempat dari kiri), bersama sejumlah tokoh lainnya berfoto di sela Dialog Kebangsaan yang bertempat di Gedung Rektorat Unesa, Surabaya, Kamis (6/12/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berkomitmen terus menyiapkan langkah preventif mengantisipasi paham radikal tumbuh di Indonesia.

Bahkan, kampus yang mengemban motto 'Growing with Character' ini bersiap menjadi pusat Pendidikan Pancasila sebagai komitmen pemberantasan radikalisme di Indonesia.

Komitmen ini disampaikan Rektor Unesa, Nurhasan pada saat Dialog Kebangsaan yang bertempat di Gedung Rektorat Unesa, Surabaya, Kamis (6/12/2018).

"Unesa mendeklarasikan diri untuk siap sebagai pusat pendidikan Pancasila," tegas Hasan di Surabaya dalam sambutannya, Kamis (6/12/2018).

Di dalam acara bertajuk "Strategi Melawan Radikalisme, Mengelola Keberagaman, dan Menguatkan Jati Diri Indonesia" ini juga hadir beberapa pemateri lain. Di antanya, Kepala Badan Kesatuan dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, Jonathan Judian, sebagai perwakilan Pemprov Jatim dan beberapa jajaran Forpimda terkait.

Di era saat ini, Nurhasan tak memungkiri bahwa paham radikal berpotensi berkembang di segala lini. Tidak terkecuali perguruan tinggi seperti Unesa.

"Ada yang mengusik pola keberagaman dan ingin mengganti paham ideologi bangsa dengan ideologi baru. Mereka berusaha menyebarkan paham tersebut di beberapa lini," kata Nurhasan melanjutkan.

Gencar Lakukan Sosialisasi, Kemendagri Ingin Tekan Kemunculan Ormas Radikal

1.304 Teroris Ditangkap, Berikut Data dan Fakta Terorisme di Indonesia Menurut Kejati Jatim

Jika Habib Bahar Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Novel Bamukmin Lakukan Ini di Pengadilan

Oleh karena untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya menyiapkan diri dengan beberapa strategi. Di antaranya, dari sisi akademis maupun non akademis yang bukan hanya menyasar mahasiswa namun juga para pengajar.

Melalui akademis, Unesa mewajibkan seluruh mahasiswa untuk menempuh mata kuliah kewarganegaraan dan agama.

"Tak hanya itu, semua dosen di semua mata kuliah juga wajib memasukkan wawasan kebangsaan," kata Nurhasan.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved