Berita Surabaya

1.304 Teroris Ditangkap, Berikut Data dan Fakta Terorisme di Indonesia Menurut Kejati Jatim

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menyebut sebanyak 1304 teroris telah diamankan dari ratusan kasus Indonesia

1.304 Teroris Ditangkap, Berikut Data dan Fakta Terorisme di Indonesia Menurut Kejati Jatim
surya/sugiharto
Kapolri Jendral Tito Karnavian mendatangi TKP di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro pasca ledakan bom teroris, Minggu (13/5/2018) pagi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pihak Kejasaksaan mencatat bahwa jumlah teroris yang diadili di Indonesia mencapai ribuan. Mengutip data nasional, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menyebut sebanyak 1304 teroris telah diamankan dari ratusan kasus Indonesia.

"Sejauh ini kami melakukan langkah penindakan dengan memberikan penuntutan atas pelimpahan kasus yang dari pihak kepolisian terkait kasus terorisme ini," kata Bambang Gunawan, Asintel Kejati Jatim, pada Dialog Kebangsaan di Gedung Rektorat Unesa, Surabaya, Kamis (6/12/2018).

Menurut Bambang, pihaknya terus merapatkan barisan untuk dapat mengantisipasi hal tersebut. Tak sendiri, pihak kejaksaan juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait.

Sebagai langkah preventif, Kejaksaan memiliki program Jaksa Menyapa. Melalui program ini, kejaksaan dapat melakukan sosialisasi sekaligus tahapan antisipasi untuk mencegah paham radikal.

"Kejaksaan telah membentuk satgas untuk menangani paham radikal hingga terorisme. Kami juga menyiapkan program Jaksa Menyapa yang masuk ke lembaga pendidikan untuk memberi pemahaman positif tehadap kehidupan bernegara," ujarnya.

Pihak kepolisian pun menegaskan akan mengedepankan langkah preventif dibandingkan dengan penindakan.

"Kami berharap sudah tak ada lagi penindakan terhadap kasus terorisme dan kasus kemarin menjadi yang terakhir," imbuh Kombes Pol Teddy Setiadi, Dirintelkam Polda Jatim di acara yang sama.

Teddy lantas mencontohkan bahaya radikalisme dalam kehidupan sehari-hari yang justru berpotensi berkembang di kelompok masyarakat terkecil, yakni keluarga.

"Seperti halnya ledakan bom di Surabaya lalu yang ternyata pelakunya berasal dari satu keluarga," katanya.

"Saat ini, paham radikal dapat berkembang mulai usia dini sekalipun. Tentu, dengan cara atau treatment berbeda dibanding usia dewasa. Menariknya, saat ini paham radikal juga tumbuh dikalangan berpendidikan tinggi serta sosial tinggi," ungkapnya.

Saat ini, di Jawa Timur memiliki sekitar 13 lapas yang dihuni napi teroris. Pihaknya terus melakukan langkah preventif, di antaranya dengan program deradikalisasi.

"Ini merupakan program tanggung jawab bersama. Pihak penyidik dan penegak hukum tak dapat bergerak sendiri melainkan harus bersama-sama dengan seluruh lapisan masyarakat," pungkas Teddy.

Data dan Fakta Terorisme di Indonesia:

Penangkapan: 1.304 orang
Meninggal di TKP: 139 orang
Pelaku bom bunuh diri: 19 orang
Hukuman mati: 3 orang (Amrozi, Ali Gufron, dan Imam Samudra).
Dikemabalikan ke keluarga: 102 orang
Dilakukan penyidikan: 41 orang
Dilakukan penuntutan 48 orang
Vonis pengadilan (inkrah): 384 orang
Vonis hukuman mati: 1 orang (Aman Abdurrahman)
Menjalani hukuman: 555 orang

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved