Grahadi

Beranda Grahadi

Sekdaprov Jatim: Ketahanan Pangan Pondasi Pembangunan Nasional

Dengan tersedianya ketahanan pangan, maka semua hal yang bertujuan untuk membangun Negara akan lebih mudah

Sekdaprov Jatim: Ketahanan Pangan Pondasi Pembangunan Nasional
ist/Humas Pemprov Jatim
Sekdaprov Jatim, Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM pada acara Rapat Pleno Dewan Ketahanan Pangan Prov. Jatim 2018 bertemakan Pembangunan Ketahanan Pangan dan Gizi di Jatim yang Mandiri dan Berdaya saing di Hotel Aria, Surabaya, Rabu (5/12/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketahanan pangan menjadi pondasi utama pembangunan nasional. Dengan tersedianya ketahanan pangan, maka semua hal yang bertujuan untuk membangun negara akan lebih mudah.

Oleh sebab itu, sebagai salah satu tulang punggung ketahanan pangan, nasional Jatim harus terus menjaga produksi pangan mulai dari perikanan, kelautan, pertanian dan perkebunan.

Demikian disampaikan Sekdaprov Jatim, Dr. Ir. Heru Tjahjono, MM pada acara Rapat Pleno Dewan Ketahanan Pangan Prov. Jatim 2018 bertemakan Pembangunan Ketahanan Pangan dan Gizi di Jatim yang Mandiri dan Berdaya saing di Hotel Aria, Surabaya, Rabu (5/12/2018).

Dijelaskan, salah satu masalah ketahanan pangan pada saat ini adalah factor cuaca dan ketersediaan lahan. Untuk ketersediaan lahan setiap tahunnya terus berkurang, dimana sebagian besar beralih menjadi tempat tinggal.

”Oleh sebab itu, permasalahan tersebut harus dilakukan segera percepatan, formula dan design agar ketersediaan pangan terus terjaga,” ujarnya.

Terkait menyusutnya lahan pertanian dan kedua mengenai ketersediaan air. Dari data yang ada, rata-rata penyusutan lahan mencapai 1.953 hektar per tahun. Biasanya, lahan pertanian berubah menjadi perkantoran, perumahan, kawasan industri dan pariwisata.

Menanggapi hal ini, pihaknya meminta para ahli dari beberapa perguruan tinggi untuk melakukan riset dan pengembangan tentang peningkatan produksi dan produktifitas. Misalnya saja untuk penemuan bibit unggul.

"Kami juga meminta kepada bupati atau walikota untuk mengecek kembali peraturan daerah tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Saat ini baru 22 kabupaten yang telah membuat LP2B," jelasnya.

Terjaganya ketahanan pangan tersebut meliputi produksi yang cukup untuk Jatim dan nasional, harga yang terjangkau, hasil pertanian yang berkualitas dan memiliki jaminan mutu. Dengan menjaga hal tersebut, maka kebutuhan pangan baik untuk Jatim dan nasional akan aman.

”Dengan demikian semua proses pembangunan nasional bisa berjalan lancer khususnya tercukupinya gizi nasional,” lanjutnya.

Ditambahkannya, kepastian ketersediaan pangan saat musim hujan dan saat panen. Dikatakannya, Gubernur Jatim juga sudah melakukan beberapa hal untuk ketahanan pangan salah satunya adalah konsep hulu hilir, tujuannya adalah agar kualitas ketahanan pangan, produksi bisa bagus dan ekonomis serta harga murah. (hms)

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved