Berita Ekonomi Bisnis

Pemprov Jatim Bahas Ketersediaan Pangan Tahun Depan, Kedelai dan Bawang Putih Jadi Perhatian

Pemprov Jatim lewat Dinas Ketahanan Pangan menggelar rapat pleno untuk mendapatkan masukan produk pangan 2019.

Pemprov Jatim Bahas Ketersediaan Pangan Tahun Depan, Kedelai dan Bawang Putih Jadi Perhatian
surya.co.id/sri hadi lestari
Sekdaprov Jatim, Hari Tjahjono saat membuka rapat pleno Ketahanan Pangan di Jatim, Rabu (5/12/2018). Komoditi kedelai dan bawang putih jadi perhatian. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemprov Jatim lewat Dinas Ketahanan Pangan  menggelar rapat pleno untuk mendapatkan masukan produk pangan 2019. Meski secara data dan lapangan, hampir sebagian besar komoditas pangan di Jatim mengalami surplus.

"Jatim masih menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional, dimana dari 17 persen saat ini naik menjadi 19,3 persen secara riil terhadap nasional. Jadi seperlima kekuatan ketahanan pangan nasional ada di Jatim,” kata Hari Tjahjono, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, saat membuka rapat pleno yang digelar di Surabaya, Rabu (5/12/2018).

Hal tersebut terlihat dari ketersediaan pangan seperti beras, jagung, dan ubi kayu dalam posisi surplus. Saat ini, lanjutnya, produksi padi di Jatim surplus 4,9 juta ton, jagung surplus 6,2 juta ton, ubi kayu surplus 2,9 juta ton, dan ubi jalar surplus 135.000 ton.

"Untuk beras, konsumsi beras per kapita Jatim pada sensus 2017 lalu sebanyak 91,3 kg per kapita per tahun. Dengan jumlah penduduk sekitar 39 juta jiwa maka kebutuhan beras di Jatim sebanyak 3,6 juta ton beras setiap tahunnya," tambah Hari.

Sementara untuk kedelai dan bawang putih, diakui Jatim masih mengalami minus atau kurang. Di tahun 2017, produksi hanya mencapai 268.142 ton. Di tahun 2018 masih dalam proses penghitungan.

Dalam kegiatan tersebut, juga disampaikan startegi untuk meningkatkan produksi sebagai antisipasi pergantian musim di tahun 2019 dari musim penghujan yang biasanya masuk musim panen, tapi ada resiko-resiko banjir dan tanah longsor, dengan beberapa langkah.

"Kami sudah koordinasi dengan pihak terkait, seperti Bulog, Dinas Perikanan, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pertanian serta lainnya, untuk menjaga produktifitas, kestabilan harga dan stok," jelas Hadi Sulistyo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.

Termasuk dua komoditas yang di Jatim masih minus, yaitu kedelai dan bawang putih, didorong untuk melakukan peningkatan produksi serta kerjasama dengan daerah lain di luar Jatim.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved