Berita Ekonomi Bisnis

Kadin Jatim Usul 3 Strategi ini guna Genjot Wisman ke Jatim, Okupansi Hotel masih 60 Persen

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim mengusulkan tiga strategi agar kunjungan wisatawan asing (wisman) di Jatim dapat terus meningkat.

Kadin Jatim Usul 3 Strategi ini guna Genjot Wisman ke Jatim, Okupansi Hotel masih 60 Persen
surya/sri handi lestari
Tim Ahli Kadin Jatim, Jamhadi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim mengusulkan tiga strategi agar kunjungan wisatawan asing (wisman) di Jatim dapat terus meningkat.

Tim Ahli Kadin Jatim, Jamhadi mengatakan, meski kunjungan wisman di Jatim tahun ini meningkat dibanding tahun lalu, namun dari sisi tingkat keterisian hotel masih rendah.

"Kunjungan wisman di Jatim memang meningkat tetapi tingkat keterisian hotel (okupansi) masih sekitar 60 persen. Padahal ada kota-kota tertentu yang punya pariwisata bagus seperti Pasuruan, Malang, daerah-daerah wisata lainnya," jelasnya, Rabu (5/12/2018).

Menurutnya, strategi pertama untuk meningkatkan kunjungan wisman itu secara makro harus ada koordinasi antara penyelengara perjalanan wisata dengan pemilik-pemilik hotel dan pihak penerbangan di Jatim.

"Misal Bandara Juanda bisa diperbanyak penerbangan langsung ke sini. Selama ini kan belum ada penerbangan langsung dari China ke sini. Jepang juga tidak ada, tapi di Denpasar, semua negara ada penerbangan langsung. Nah, itu yang perlu dikuatin," jelasnya.

Strategi selanjutnya bekerja sama dengan provinsi lain, khususnya Yogyakarta dan Bali melalui penyediaan paket wisata antara Bali-Surabaya-Jogjakarta.

"Nah, itu cara-cara yang harus ditempuh oleh para pelaku usaha di bidang tourism. Lalu strategi ketiga, dengan menggenjot usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih gesit," katanya.

Misalnya produk Batik yang cara jualannya dibuat lebih merakyat seperti lesehan bersimpuh di hotel mewah.

Berdasarkan data BPS Provinsi Jatim, jumlah kunjungan wisman ke Jatim sepanjang Januari - Oktober 2018 mencapai 266.217 kunjungan atau naik 33,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 199.598 kunjungan.

Sedangkan pada Oktober saja mencapai 25.845 kunjungan atau naik 26,45 persen. dibandingkan Oktober 2017.

Meski kunjungan meningkat, tetapi okupansi hotel di Jatim pada periode tersebut justru turun 2,96 poin dibandingkan September 2018, yakni hanya mampu mencapai 55,47 persen.

Penulis: Arie Noer
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved