Berita TUban

Diduga Caplok Lahan, PT Semen Indonesia Digugat Pria Tuban Ini. Begini Jawaban Perusahaan

Makfur menggugat secara perdata atas dugaan pencaplokan lahan di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, yang diduga dilakukan oleh PT Semen Indonesia

Diduga Caplok Lahan, PT Semen Indonesia Digugat Pria Tuban Ini. Begini Jawaban Perusahaan
surya/m sudarsono
Makfur (dua dari kanan) didampingi kuasa hukumnya menunjukkan dokumen sertifikat tanah miliknya, yang mana tanah itu juga diakui milik PT Semen Indonesia. 

SURYA.co.id | TUBAN - Makfur, warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Tuban, Rabu (5/12/2018). Pria tersebut datang ke pengadilan didampingi kuasa hukumnya, Haryo Witjaksono dan juga tokoh masyarakat, Gus Maksum Faqih.

Kedatangan mereka adalah untuk menggugat secara perdata atas dugaan pencaplokan lahan di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, yang diduga dilakukan oleh PT Semen Indonesia.

"Saya datang mau mencari keadilan, mau gugat PT Semen Indonesia secara perdata," Kata Makfur kepada wartawan.

Makfur menuturkan sengketa lahan itu baru diketahui pada 2003. Hal itu bermula saat anak keenam dari Haji Umar itu menebus sebanyak 17 sertifikat tanah yang sebelumnya dijaminkan.

Lalu pada bagian sertifikat itu ada sertifikat nomor 50 yang tidak diketahuinya, setelah diambil kemudian dikroscek, ternyata tanah seluas 8.390 M2 itu sudah dibangun gudang oleh PT Semen Indonesia.

"Saat saya menebus sertifikat baru tahu jika ada sertifikat nomor 50, itu masih atas nama orangtua saya, tapi oleh PT Semen Indonesia sudah dijadikan bangunan," ujarnya.

Dia menambahkan, fakta yang ada di sertifikat itu menunjukkan secara kuat jika dokumen yang dimiliki sah secara hukum. Meski pihak Semen Indonesia juga mengaku memiliki dokumen tanah tersebut.

Di sertifikat tertera, jika keabsahan dari BPN sudah ada pada tahun 1987, dan setelah dikroscek sampai sekarang juga masih sah terdaftar.

"Di 1987 tanah yang kami perkarakan sudah sertifikat, sampai saat ini juga masih milik orangtua kami tidak berubah, ini sudah kita cek ke BPN," terangnya.

Kuasa Hukum Makfur, Haryo Witjaksono, menyatakan akan mengawal kasus ini sesuai prosedur yang ada.

Saat ini, dia dan klien juga membawa sejumlah dokumen sertifikat sebagai bukti jika tanah tidak pernah dijual.

"Kami daftarkan perdata, tapi sekarang pendaftarannya online. Jadi akan segera kami proses," imbuh Haryo saat akan meninggalkan pengadilan.

Menanggapi gugatan itu, Kepala Biro Komunikasi PT Semen Indonesia, Sigit Wahono, menjelaskan dalam proses pengadaan lahan, Semen Indonesia senantiasa mentaati peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Terkait dengan gugatan tersebut, Semen Indonesia menghormati seluruh proses hukum yang berjalan.

"Terkait pengadaan lahan kami sudah mentaati aturan dan ketentuan yang berlaku, kami hormati proses hukum," ucap Sigit.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved