Lapor Cak

Tiap Hujan, Jalan di Betro Sidoarjo Berubah Mirip 'Bubur'

Ketika hujan, kondisi jalan Betro, Sidoarjo, mirip seperti 'bubur'. Tanah bercampur air menjadikan jalan licin dan membahayakan pengendara motor.

Tiap Hujan, Jalan di Betro Sidoarjo Berubah Mirip 'Bubur'
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Kondisi jalan Betro, Selasa (4/11). Jalan yang sedang proses pembangunan ini banyak dikeluhkan warga karena bergelombang dan seperti bubur saat hujan. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ketika hujan, kondisi jalan Betro, Sidoarjo, mirip seperti 'bubur'. Tanah bercampur air menjadikan jalan licin dan membahayakan pengendara yang melintas di sana.

Kondisi tak kalah ekstrim terjadi ketika panas. Jalanan bergelombang dan debu bertebaran di sana. Tak ayal, banyak warga mengeluhkan kondisi tersebut.

"Kemarin pas habis hujan saya lewat sini kondisi jalannya seperti bubur. Sekarang, kondisi sedang terang, jalanan seperti ini," keluh Agus Waluyo, seorang warga yang melintas di sana, Selasa (4/11).

Ya, Selasa siang jalanan di sana macet. Mobil dan motor tidak bisa melaju kencang lantaran jalan bergelombang. Ditambah lagi, debu bertebaran di kawasan itu lantaran jalan hanya dari tanah.

"Sepertinya sedang ada pembangunan jalan ini, tapi kok kondisinya seperti ini. Malah sulit dilewati," kata Yudi, juga warga yang sedang melintas di sana.

Mereka mengaku bingung dengan kondisi jalan di sana. Di sisi timur, ada yang sudah dibangun dengan cor, di sisi agak barat malah diuruk tanah dan sepertinya hendak dipaving karena ada tumpukan paving di kanan-kiri jalan.

"Kalau memang dibangun, kami juga senang. Harapannya dibangun yang bagus sekalian, karena selama ini jalan tersebut sering rusak. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini," ujar dia.

Ya, dari pantauan di sana, Selasa siang, jalan tersebut memang cenderung macet. Ini lantaran jalan bergelombang sehingga kendaraan hanya bisa berjalan pelan.

Lantaran volume kendaraan tinggi, kemacetan pun tak bisa dihindarkan di lokasi tersebut.

Beberapa warga menyebut, kemacetan lebih parah terjadi ketika habis hujan turun. Itu juga lantaran kondisi jalan yang sangat licin, plus tingginya volume kendaraan di sana.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved