Berita Mojokerto

Mertua Diserang Stroke, Pria Mojokerto Ciptakan Kursi Roda yang Bisa Digerakkan Pakai HP

Berawal dari mertua yang diserang stroke dan tak bisa menggerakkan kaki, pemuda di Mojokerto menciptakan kursi roda yang dapat digerakkan pakai ponsel

Mertua Diserang Stroke, Pria Mojokerto Ciptakan Kursi Roda yang Bisa Digerakkan Pakai HP
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Muhammad Shobirin menunjukkan cara kerja kursi roda yang dapat dikendalikan menggunakan smartphone Android, Selasa (4/12) 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Muhammad Shobirin (35) warga Kauman Gg 11 No 3, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, menciptakan kursi roda yang dapat dikendalikan melalui ponsel pintar.

Ide pembuatan kursi roda itu muncul saat mertuanya divonis menderita stroke sehingga kedua kakinya sulit digerakkan Akibatnya, mertua Shobirin harus dibantu kursi roda saat beraktivitas. 

"Ide awal karena mertua saya sakit dan harus memakai kursi roda. Waktu itu kursi roda di rumah masih manual. Kursi roda harus didorong atau diayuh dengan tangan agar bisa berjalan. Dari situ saya mempunyai ide untuk membuat kursi roda dengan mesin penggerak," katanya Selasa (4/12).

Tahun 2017, Shobirin mulai mencoba untuk merealisasikan idenya tersebut. Awal mula, dia sedikit kebingungan memilih mesin penggerak untuk kursi roda. Karena ini adalah pengalaman pertamanya memodifikasi sebuah kursi roda.

"Tak ambil pusing saya mencoba membeli alat penggerak yang mudah didapat. Alat penggerak itu saya ciptakan dari rangkaian mesin mobil matic. Tenaga penggeraknya saya menggunakan dinamo dari alat wiper (penyeka kaca mobil)," ujarnya.

Mesin-mesin itu dia dapatkan di bengkel miliknya sendiri. Tak hanya dinamo wiper, mesin penunjang lain seperti rantai dan aki juga dia dapatkan di bengkelnya.

"Mesin-mesin itu tidak ada yang baru alias bekas. Saya menghabiskan biaya 2 juta," terangnya.

Pembuatan kursi roda berpenggerak mesin itu dia lakukan sendiri. Dia hanya berbekal pengalaman sebagai teknisi mobil sekaligus pengusaha bengkel.

Kendati begitu, Shobirin tetap menemui kendala saat merangkainya. Dia menghabiskan waktu 2 bulan hingga kursi roda dapat berfungsi sempurna.

"Awalnya rantainya lepas. Dinamo juga pernah terbakar. Namun saya tak patah semangat dan terus berusaha," paparnya.

Ia menjelaskan, kursi roda buatannya digerakkan melalui aplikasi Android bernama Inventor. Aplikasi inventor bekerja untuk menggerakkan ardeno yang tertanam pada mesin penggerak.

"Ardeno merupakan mikro kontroler. Aplikasi (Inventor) disambungkan terlebih dahulu ke bluetooth kemudian ke Ardeno. Ardeno bertugas menggerakkan atau menyalakan dinamo," jelasnya.

Usai menciptakan kursi roda yang bisa dikendalikan melalui ponsel pintar, Shobirin mencoba peruntungan untuk mengikuti lomba tahun teknologi tepat guna yang diselenggarakan Pemerintah Kota Mojokerto. Tak disangka dia berhasil menyabet juara pertama dalam perlombaan itu.

"Kursi roda ciptaan saya ikut sertakan di lomba teknologi tepat guna tahun 2018. Saya mendapatkan juara pertama karena inovasi saya unik dan biaya pembuatannya murah," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved