citizen reporter

Beda, Pencak Silat di SMPN 18 Malang Gunakan Metode Bermain Peran

Metode bermain peran membuat latihan pencak silat di SMPN 18 Malang menjadi berbeda. Para siswa gembira karena berlatih dengan cara menyenangkan.

Beda, Pencak Silat di SMPN 18 Malang Gunakan Metode Bermain Peran
dokumen pribadi
Dengan metode bermain peran, para siswa yang berlatih pencak silat di SMPN 18 Malang lebih bersemangat. 

Pencak silat menjadi seni bela diri tradisional yang secara luas dikenal di Indonesia. Di SMPN 18 Malang, pencak silat disampaikan dengan metode bermain peran.

Metode bermain peran dalam pencak silat di SMPN 18 Malang membuat para siswa bersemangat.

Para siswa SMPN 18 Malang yang bergabung dalam ekstrakurikuler pencak silat gembira karena gerakan tidak membosankan ketika dikemas dalam metode bermain peran.

Pencak silat menjadi salah satu alat pemersatu, bahkan untuk mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa. Itulah yang menjadi alasan 25 siswa SMPN 18 Kota Malang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat.

Ada yang berbeda dalam kegiatan pencak silat di SMPN 18 Malang. Kemampuan melatih yang diterapkan oleh Sholeh, sang pelatih, dapat membangkitkan semangat berlatih bagi peserta pencak silat. Ia menerapkan metode bermain peran yang unik dan menarik perhatian.

Itu seperti yang terlihat Jumat (30/11/2018) di lapangan SMPN 18. Mereka berkumpul untuk berlatih pencak silat metode bermain peran.

Pelatih menginginkan permainan yang menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku, dan nilai, dengan tujuan untuk menghayati perasaan, sudut pandangan, cara berpikir orang lain, dan supaya peserta tidak bosan berlatih.

“Sejak dulu saya tidak menyukai semua kegiatan olahraga, bahkan selama SD saya benar-benar membenci mata pelajaran Olahraga karena sangat menguras tenaga dan membuat lelah. Akan tetapi, sejak saya SMP dan mengikuti pencak silat, olahraga itu menjadi sangat menyenangkan,” ungkap Firnanda, salah satu anggota pencak silat.

Metode bermain peran dilaksanakan setelah para anggota mendapatkan materi gerakan silat yang rutin dilaksanakan Senin dan Rabu sore.

Senin biasanya dilakukan pemberian materi gerakan silat yang dicontohkan sepenuhnya dan dibimbing pelatih, kemudian Rabu untuk pemantapan gerakan yang berguna untuk mengetahui benar atau tidaknya gerakan yang dilakukan para siswa.

Halaman
12
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved