citizen reporter

Suhu Udara 7 Derajat Celcius, Grebeg Maulid Tetap Digelar di Paris

Di Paris juga ada Grebek Maulid. Karena suhu udara 7 derajat Celcius, baju adat Jawa yang dikenakan peserta harus berlapis lima.

Suhu Udara 7 Derajat Celcius, Grebeg Maulid Tetap Digelar di Paris
istimewa
Grebek Maulid juga diadakan di Paris meski suhu udara 7 derajat Celcius.

Perayaan Maulid Nabi yang jatuh pada 20 November 2018 dirayakan di beberapa daerah dengan aneka tradisi. Itu juga ada di Paris. Meski suhu udara 7 derajat Celcius, Grebek Maulid tetap meriah.

Grebek Maulid di Paris diprakarsai Komunitas Seni 7+ dibantu oleh berbagai asosiasi Indonesia di Paris atas dukungan Institut Culture Islam dan KBRI Paris. Suhu dingin tidak menyurutkan prosesi yang diselenggarakan Sabtu (24/11/2018).

Grebeg berasal dari bahasa Jawa gumrebeg yang berarti riuh, rebut, ramai atau anggarebeg yang berarti mengiringi pejabat atau raja. Kini grebeg memiliki makna iring-iringan atau prosesi.

Prosesi grebek diselenggarakan di Distrik 18, Paris. Itu merupakan ucapan terima kasih kepada Tuhan dengan mempersembahkan hasil bumi dan makanan/jajanan tradisonal Indonesia. Prosesi itu dimulai dengan persiapan dua gunungan, yaitu Gunungan Jaler dan Gunungan Estri.

Gunungan Jaler terdiri atas sayur-mayur. Panitia berbelanja di pasar tradisional yang berada di sekitar area acara untuk mendapatkan hasil bumi di Indonesia, misalnya cabai, lobak, singkong, bayam yang biasa digunakan di acara Grebeg Maulid di Jawa.

Gunungan Estri berisi makanan tradisional seperti rengginang, wajik hasil buatan para wanita Indonesia di Paris. Desi Djoehana, salah satu panitia, mendapatkan filosofinya dari asal prosesi itu.

Suhu 7 derajat Celcius, tidak menyurutkan semangat iringan-iringan prosesi Grebeg Maulid. Berbaju tradisional ditambah dalaman hingga lima lapis, para pengiring tampak begitu antusias.

Acara diawali dengan tarian cucuk lampah atau sang pembuka jalan dengan menggenakan beskap. Di belakangnya ada barisan pembawa umbul-umbul dan penari cilik yang menarikan kuda lumping. Tampak barisan penari berkebaya merah dan jingga menari dengan gemulai.

Para penabuh gamelan dan pengusung dua gunungan setinggi 50 cm dan 80 cm berbaju lurik. Semua tak lepas dari koreografer dan arahan musik dari suami-istri seniman, Kadek dan Christophe Moure.

Iring-iringan prosesi gunungan berjalan sepanjang 260 meter dari gedung ICI Leon menuju ke gedung ICI Goutte d’Or. Di sepanjang jalan, tampak para penonton yang begitu antusias dan ingin mengetahui prosesi grebeg.

Halaman
12
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved