Berita Jawa Timur

Pengemudi Taksi Online Tolak Wacana Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap

Para Pengemudi taksi Online di Jawa Timur dengan tegas menolak wacana pemberlakuan Sistem Ganjil Genap (SGG) yang akan diterapkan.

Pengemudi Taksi Online Tolak Wacana Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Kemacetan di Surabaya. Untuk mengurai persoalan ini, Dishub mewacanakan pemberlakuan aturan ganjil genap yang mendapat penolakan dari para pengemudi taksi online. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

SURYA.co.id | SURABAYA - Para Pengemudi taksi Online di Jawa Timur dengan tegas menolak wacana pemberlakuan Sistem Ganjil Genap (SGG) yang akan diterapkan di Jawa Timur dengan Surabaya sebagai pilot project. 

Daniel Lukas Rongrong, Koordinator dari Driver Online Jatim menegaskan, pemberlakuan SGG bukan solusi terbaik untuk mengatasi kemacetan di Jawa Timur pada umumnya, dan di Surabaya pada khususnya.

“Ada lima poin penolakan kami, pertama SGG bukan solusi mengatasi kemacetan di Surabaya, kedua SGG akan merugikan Driver Online dan pengguna (penumpang setia), karena tidak bisa leluasa ‘narik’ dan tidak leluasa order,” ujarnya melalui pesan whatsapp, Senin, (3/12/2018).

Poin ketiga, lanjut Daniel, SGG akan menimbulkan masalah baru lagi. Keempat, SGG akan ‘memaksa’,para pemilik kendaraan dalam hal.ini driver online untuk berbuat tidak jujur (memalsukan nopol) sesuai SGG, agar tetap bisa ‘narik’ guna kebutuhan hidup sehari-hari (menafkahi keluarga).

Terakhir, SGG akan menambah jumlah driver online yang dalam kondisi mengambil cicilan "berguguran" karena tidak bisa membayar angsuran tepat waktu tiap bulannya, karena hanya bisa "narik" sesuai pemberlakuan SGG.

“Timbul masalah barunya yakni bertambahnya pengangguran dan tidak membuat Driver Online tidak produktif, karena hari kerja driver online akan berkurang 15 hari tiap bulannya,” tambahnya.

Senin, 3 Desember 2018 Dishub Kaji Kebijakan Ganjil di Jatim, ini Tujuannya 

Dishub Jatim Wacanakan Penerapan Aturan Ganjil Genap di Surabaya

Oleh karena itu, pihaknya meminta instansi terkait dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan (Dishub Jawa Timur) untuk meninjau kembali rencana pemberlakuan Sistem Ganjil.Genap (SGG) yang akan diterapkan di Jawa Timur, dan dimulai dari Surabaya sebagai project percontohan.

“Selain itu juga, meminta pada Dishub Jatim untuk audiens dan mendengarkan aspirasi dari Driver Online di Jawa Timur melalui perwakilan perhimpunan/aliansi/paguyuban/komunitas Driver Online yang ada di Jawa Timur terkait pemberlakuan Sistem Ganjil Genap (SGG),” tandasnya.

Seperti diberitakan,  Dishub Jatim bersama Masyarakat Transportasi Indonesia rencananya menggelar diskusi resmi akan rencana kebijakan pemberlakuan ganjil genap bagi mobil pribadi memintas di Jatim. Terutama di kota-kota besar di Jatim seperti di Jakarta.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved