citizen reporter

Menunggu Buaya Menguap di Batu Secret Zoo

Batu Secret Zoo menjadi tempat berkuliah bagi mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang. Salah satunya adalah mengamati buaya.

Menunggu Buaya Menguap di Batu Secret Zoo
istimewa
Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang menjalani kuliah lapangan di Batu Secret Zoo untuk pengamatan satwa, termasuk buaya. 

Batu Secret Zoo menjadi tempat menyenangkan untuk berkuliah. Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang (UM) harus menunggu buaya menguap di Batu Secret Zoo.

Menggali ilmu tidak melulu duduk manis di bangku, melainkan dapat dilakukan di mana saja, bersama siapa saja, dan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh mahasiswa angkatan 2017, Pendidikan Biologi UM, yang mengamati satwa, termasuk buaya.

Mereka berkuliah di Batu Secret Zoo, Minggu (4/11/2018). Tentu bukan karena ingin mencoba berbagai wahana permainan di Jawa Timur Park 2. Sesuai dengan mata kuliah Keanekaragaman Hewan, mereka tentu mencari objek yang dekat dengan topik.

Itu dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan. Batu Secret Zoo dipilih karena terdapat beraneka reptil, mamalia, dan burung serta Museum Satwa yang memiliki koleksi awetan banyak hewan. Ada juga koleksi lengkap burung yang dapat ditemukan di kompleks Eco Green Park yang letaknya tak jauh dari Batu Secret Zoo.

Didampingi dosen dan asisten dosen, sekitar 100 mahasiswa menyebar untuk melakukan identifikasi terhadap hewan-hewan yang ada. Identifikasi dilakukan berdasarkan penjelasan saat perkuliahan di kampus, misalnya mengamati bentuk kepala, panjang tanduk, warna rambut, bulu, serta masih banyak lagi.

Yang diidentifikasi cukup detail. Setiap mahasiswa harus bisa mencatat semua pengamatan. Mereka menunggu hewan yang diidentifikasi itu hingga mendapatkan data yang diperlukan.

Uniknya, ada yang berlama-lama di depan kandang buaya. Mahasiswa itu sudah siap dengan konsentrasi penuh untuk mencatat semua tentang buaya. Sayangnya, ketika akan mengamati kondisi mulut, buaya itu sama sekali tidak mau membuka mulut. Akibatnya, mahasiswa yang harus mengidentifikasi buaya harus diuji kesabarannya.

Ia menunggu lama sekali sampai buaya itu membuka mulut. Saat itulah, dengan cepat ia harus mengamati mulut buaya senyampang buaya itu menguap.

Keseruan kegiatan identifikasi awal berakhir pada pukul 12.00. Mereka beristirahat. Setelah itu, bonus bagi mahasiswa adalah bermain di beberapa wahana.

Nah wahana inilah yang sebenarnya juga ditunggu-tunggu oleh mahasiswa untuk melepas penat. Mereka dapat berteriak sepuasnya dengan tubuh terombang-ambing di wahana tsunami. Ada juga yang naik dua kali meskipun setelah itu pusing. Tentu saja itu menjadi pelepas stres di tengah padatnya perkuliahan.

Di pintu keluar, para mahasiswa mengeluarkan alat tulis lagi. Mereka kembali mengidentifikasi hewan-hewan buas seperti singa, macan, harimau yang memang berada di kandang yang lebih besar dibandingkan dengan hewan-hewan yang dijumpai sebelumnya.

Sekitar pukul 17.00 perkuliahan ditutup dan diakhiri dengan sesi foto bersama. Menurut Eliza (18) dan Elistika (19), perkuliahan seperti itu sangat berkesan bagi mereka, meskipun lelah karena harus mengidentifikasi hewan-hewan yang ada, tetapi juga menarik dan menyenangkan.

Ajeng Fadhillah
Mahasiswa Pendidikan Biologi
Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved